Breaking News:

Editorial

Rasa Sakit Tenaga Kesehatan, Enam Bulan Insentif Tak Dibayar

Kisah pilu terungkap dari tenaga kesehatan di RSUD Raden Mattaher Jambi. Ternyata hak tenaga kesehatan berupa insentif belum diberikan oleh negara. Ta

Editor: Deddy Rachmawan
Zulkifli
RSUD Raden Mattaher 

Jasa tenaga kesehatan akan selalu dibutuhkan. Apalagi pada masa pandemi Covid-19 ini, berperan sangat vital. Tapi apakah nasib mereka sudah benar-benar diperhatikan dengan baik?

Kisah pilu terungkap dari tenaga kesehatan di RSUD Raden Mattaher Jambi.

Ternyata hak tenaga kesehatan berupa insentif belum diberikan oleh negara. Tak bisa dibilang sedikit, sudah setengah tahun.

Kejadian seperti ini bukan kali ini saja terjadi, dan juga tak cuma di RSUD Raden Mattaher. Di beberapa daerah lain pun ada yang mengalaminya. Hak mereka berupa insentif ini kerap lambat pencairannya.

Padahal soal insentif untuk tenaga medis ini sudah diatur oleh negara. Metode pembayaran dan jumlahnya pun sudah ada dalam aturan.

Tapi kok masih harus sering berurusan dengan birokrasi yang sulit?

Ini merupakan sebuah refleksi penting dalam penanganan kasus Covid-19 di Indonesia, khususnya di Jambi. Sulit untuk mengharapkan bisa memperoleh pelayanan prima bila nasib mereka pun tidak diperhatikan dengan baik.

Menarik melihat pernyataan Wakil Ketua DPR RI, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.

Dia mengingatkan Pemda di tingkat provinsi dan kabupaten/kota agar segera melunasi insentif tenaga kesehatan.

Dia mengatakan hingga kini masih banyak Pemda yang bandel membayar hak para golongan yang menjadi garda terdepan penanganan Covid-19 tersebut.

Baca juga: Sejak Januari-Juni Insentif Nakes RSUD Raden Mattaher Jambi Belum Dibayar

Menurut Cak Imin, tenaga kesehatan ini telah berjuang dengan mempertaruhkan nyawa demi keselamatan kita semua.

"Kita tahu sudah lebih dari seribu nakes gugur. Jangan sampai pencairan insentif buat mereka dihambat," demikian Cak Imin menyatakan dalam keterangan resminya.

Mengacu pada data Kementerian Dalam Negeri, per 15 Juli 2021, mayoritas provinsi belum melunasi insentif nakes. Ini fakta yang menggelikan di negara ini. Bisa alpa pada sesuatu yang substansial.

Baca juga: Gubernur Al Haris Desak Dirut RSUD Raden Mattaher Segera Operasikan Gedung VVIP

Baca juga: Kebutuhan Oksigen di RSUD Raden Mattaher Jambi Meningkat

Rasanya pemerintah daerah bisa membuat skema yang baik untuk mencegah hal ini terjadi di kemudian hari, terlebih melunasi secepatnya.

Rasa kesakitan tenaga kesehatan ini jangan terus terjadi, jangan terus berulang. Biarkan mereka bisa fokus pada pekerjaannya, tak lagi harus capai memikirkan nasibnya yang seolah terabaikan. (*)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved