Breaking News:

Kisah Inspiratif

Rahasia Sukses Kopi Nur yang Melegenda di Sungai Penuh dan Kerinci

Berita Jambi-Hadir sejak 1943 kopi dengan brand Kopi Nur ini bisa dikatakan sudah melekat di hati masyarakat Kerinci dan sungai Penuh.

Penulis: M Yon Rinaldi | Editor: Nani Rachmaini
(Tribunjambi.com / M Yon Rinaldi ).
Proses roasting Kopi Nur secara manual dan alami 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Di Kota Sungai Penuh ada sebuah brand kopi yang cukup melegenda dan biasa dijadikan buah tangan pengunjung yang ke sana.

Hadir sejak 1943 kopi dengan brand Kopi Nur ini bisa dikatakan sudah melekat di hati masyarakat Kerinci dan sungai Penuh.

Hal ini karena kualitas yang dihadirkan brand kopi lokal ini tidak pernah berubah sejak pertama kali hadir menyapa konsumen.

Zefri Efdison CEO Kopi Nur mengatakan rahasia besar kesuksesan kopi nur adalah dari cara pengelolaannya yang masih mempertahankan teknologi tradisional.

“Kopi yang disangrai dengan kayu bakar pasti berbeda rasanya dengan menggunakan mesin,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Zefri Efdison mengatakan semua proses produksi kopinya masih mempertahankan cara produksi tradisional mulai dari penyemaian sampai pengemasan.

Di rumah produksi yang beralamat di Jalan Sriwijaya No. 84 Rt.05, Lawang Agung, Kec.Pondok Tinggi , Sungai Penuh ini semua tahapan produksi dilakukan.

Mulai dari pemilihan biji kopi yg berkualitas, penjemuran dan penyortiran. Selanjutnya biji kopi di timbang untuk siap dimasukkan kedalam tempat sangrai.

Tempat sangrai masih terbuat dari tong besi dan harus diputar secara manual dengan tenaga manusia. dibakarnya juga masih menggunakan kayu bakar selama 1,5 Jam.

Setelah matang biji kopi di bawa ke ruangan depan untuk dilakukan pendinginan selama kurang lebih satu jam, setelah itu beri dibersihkan dan di pisahkan dari ampas melalui mesin khusus.

Sebelum di giling biji kopi kembali di sortir untuk memisahkan jika masih ada kotoran yang tertinggal. Setelah itu barulah digiling dan dilakukan pengemasan.

Untuk mendapatkan cita rasa yang pas, dalam proses sangrai pembakaranya hanya menggunakan kayu dari pohon kayu manis saja. ( Tribunjambi.com / M Yon Rinaldi ).

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved