Breaking News:

Mendapatkan Vitamin D dengan Berjemur Sinar Matahari, Perhatikan Jamnya!

Sinar matahari penting untuk pembentukan vitamin D, yang diperlukan untuk pembentukan tulang baru. Di negara yang kurang sinar matahari diperlukan su

Editor: Suci Rahayu PK
pixabay.com
Berjemur 

TRIBUNJAMBI.COM - Saat ini, angka penyebaran Covid-19 di Indonesia belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Oleh karenanya, penting bagi masyarakat untuk melakukan tindakan pencegahan penularan virus dengan meningkatkan imunitas.

Salah satunya, dengan memasok tubuh dengan vitamin D.

Melansir Tribunnews.com, mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah pernah mengatakan bahwa vitamin D bisa membuat seseorang tidak tertular Covid-19.

Ilustrasi rapid test antigen
Ilustrasi rapid test antigen (ist)

Berikut informasi mengenai hubungan antara sinar matahari dengan vitamin D, serta kapan saat berjemur yang baik dari Kementerian Kesehatan.

Sinar matahari penting untuk pembentukan vitamin D, yang diperlukan untuk pembentukan tulang baru.

Di negara yang kurang sinar matahari diperlukan suplemen vitamin D yang cukup.

Berdasarkan hasil penelitian Menzies Research Institute, Hobart Australia, anak-anak tidak akan tumbuh optimal atau bahkan terhenti pertumbuhannya jika kurang memperoleh vitamin D.

Agar vitamin D cukup, sekurang-kurangnya seorang anak harus terpapar matahari selama 8 jam dalam seminggu (Kutub Selatan).

Sementara, untuk anak atau orang dewasa di Indonesia, cukup terpapar sinar matahari pagi dan sore selama 5 sampai 15 menit sebanyak 3 kali dalam seminggu.

Baca juga: Prediksi Hasil Pertandingan Mesir vs Spanyol di Olimpiade Tokyo Cabor Sepakbola

Baca juga: Manchester United dan Liverpool Incar Gelandang Napoli Piotr Zielinski

Halaman
12
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved