Breaking News:

Kopi Nur Bertahan Melintasi Zaman, Zefri Mewarisi Proses Pengolahan dari Leluhur

Kopi Nur adalah sedikit dari merek lokal yang mampu bertahan melintasi zaman. Sebelum Indonesia merdeka, Kopi Nur sudah menjadi teman rakyat di masany

Editor: Deddy Rachmawan
(Tribunjambi.com / M Yon Rinaldi ).
Proses roasting Kopi Nur secara manual dan alami 

Kalau Anda pernah ke Kabupaten Kerinci atau Kota Sungai Penuh, mungkin tak asing dengan Kopi Nur. Kemasannya khas. Dibungkus kertas kopi, layaknya kertas sampul buku anak era 80an. Itulah salah satu ciri khas Kopi Nur. Meskipun kini, kemasannya  ada yang mengikuti  zaman, menggunakan aluminium foil.

Kopi Nur adalah sedikit dari merek lokal yang mampu bertahan melintasi zaman. Sebelum Indonesia merdeka, Kopi Nur sudah menjadi teman rakyat di masanya. Nurcaya, pemilik kopi ini bilang, Kopi Nur pertama kali hadir pada 1943 silam.

Ketika itu kopi ini dikemas menggunakan daun pisang. Baru di masa Nurcaya menggunakan kertas kacang/kopi.

Panjangnya usia Kopi Nur tampaknya sejalan dengan semangat Nurcaya yang sudah berusia 79 tahun. Semangat antusiasme itu ia tunjukkan saat Tribun menyambanginya awal Juli lalu. 

Gerakannya masih cukup lincah. Ia masih terlihat tegap saat melangkahkan kaki.

Nurcaya juga masih sangat cekatan dalam mengurusi bisnis kopi miliknya. Memang, ia juga dibantu oleh anak bungsunya Zefri Efdison (48).

“Dulu saya masih dalam buaian (gendongan/ayunan) saat orangtua saya merantau ke Sungai Penuh dan memulai bisnis kopi ini,” ujarnya penuh semangat dalam bahasa minang yang masih kental. Umurnya waktu itu baru satu tahun.

Di saat zaman penjajahan dan kopi kebanyakan masih dicampur jagung,  orangtua Nurcaya justru konsisten membuat kopi murni tanpa campuran. Itulah yang membuat kopi ini menjadi kopi “legend” di daerah Kerinci dan Sungai Penuh.

Zefri Efdison turut mendampingi Nurcaya. Bungsu dari empat bersaudara ini bilang masih tetap mempertahankan kemurnian cita rasa dari Kopi Nur.

Ia adalah generasi ketiga dalam bisnis ini. Untuk mempertahankan kemurnian cita rasa kopi Nur dia tidak mengubah proses produksi sebagaimana yang dipraktikkan orangtuanya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved