Breaking News:

Hotman Paris Adukan Kartel Kremasi yang Peras hingga Rp 80 Juta, Bareskrim Polri Selidiki

(Bareskrim) Polri tengah menyelidiki informasi terkait kartel kremasi jenazah Covid-19 di tengah pandemi seperti yang diungkapkan oleh Hotman Paris

Editor: Suci Rahayu PK
HO
Hotman Paris Hutapea 

TRIBUNJAMBI.COM - Hotman Paris Hutapea marah mendengar ada warga yang anggota keluarganya meninggal karena Covid-19 diperas secara terselubung saat mengkremasi jenazahnya.

Bahkan, kata Hotman Paris, keluarga itu mengadu diperas sampai pada angka yang fantastis, yaitu Rp 80 juta untuk biaya seluruh rangkaian kremasi jenazah Covid-19.

Hotman dalam unggahan di akun Instagram pribadinya @hotmanparisofficial menuliskan keterangan video "80 juta biaya Kremasi Mayat?? Dulunya cuma 7 juta karawang? DKI?

Baca juga: Kondisi Ibu Kalina Ocktaranny Kian Memburuk, Istri Vicky Prasetyo Minta Doa: Udah Ga Bisa Gerak Lagi

Baca juga: Update Prakiraan Cuaca BMKG Hari Ini 22 Juli 2021, Waspada Cuaca Ekstrem Hujan Lebat di 13 Wilayah

"Hallo rumah duka dan krematorium. Kenapa kau begitu tega, kenapa kau begitu tega menagih biaya yang sangat tinggi untuk korban pandemi?," ujar Hotman Paris dikutip dari video Instagramnya.

Dalam videonya tersebut, Hotman Paris  juga menyampaikan ada warga yang mengadu kepada dirinya mengenai biaya untuk penanganan jenazah yang begitu mahal.

"Ada warga yang ngadu ke saya, untuk biaya peti jenazah 25 juta, transport 7,5 juta, kremasi 45 juta, lain-lain 2,5 juta. Maka keluarga si korban harus membayar 80 juta untuk kremasi," kata Hotman Paris

Hotman lantas mentautkan unggahannya tersebut ke Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo untuk segera menindak tegas praktik tersebut sesuai dengan undang-undang perlindungan konsumen.

"Kepada Bapak Kapolri, tolong segera kerahkan anak buahmu tindak berdasarkan UU Perlindungan Konsumen. Bapak Kapolri turunkan anak buahmu, tindak pengusaha rumah duka dengan biaya kremasi sangat gede," ujar Hotman Paris

Kasus hampir serupa juga terjadi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) khusus Covid-19 Cikadut, Kota Bandung, yang dilakukan oleh juru pikul jenazah yang meminta uang senilai Rp2,8 juta untuk penguburan jenazah.

Bareskrim Polri Selidiki

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved