Home and Garden
Cara Mengaplikasian Pupuk KCL untuk Meningkatkan Hasil Panen
Pupuk KCL atau kalium klorida merupakan pupuk buatan yang memiliki kandungan unsur hara kalium tinggi, yakni 60 persen.
TRIBUNJAMBI.COM - Mengaplikasikan pupuk KCL sebaiknya dilakukan saat tanaman mulai memasuki masa berbunga.
Hal ini bisa membantu meningkatkan aktivitas pembentukan hasil biji atau buah pada tanaman sehingga bisa menghasilkan biji atau buah yang sempurna.
Kandungan klorida dalam pupuk KCL bisa membantu meningkatkan hasil panen, yaitu dengan meningkatkan resistensi penyakit pada tanaman.
Pupuk KCL atau kalium klorida merupakan pupuk buatan yang memiliki kandungan unsur hara kalium tinggi, yakni 60 persen.
Dengan kandungan kalium 60 persen, pupuk KCL memberikan ragam manfaat bagi beberapa tanaman.
Dikutip dari kanal YouTube Tangkai Bertani on Tube, Kamis (22/7/2021), berikut ini adalah kandungan dan manfaat pupuk KCL untuk tanaman.
Baca juga: Cara Membuat Anggrek Tumbuh Subur dengan Pupuk NPK 16-16-16, Jangan Sampai Mengenai Daun Anggrek.
Meningkatkan kualitas
Salah satu fungsi unsur hara dalam kalium, yang umumnya terkandung dalam pupuk KCL, adalah menghasilkan kualitas buah yang baik seperti hasil buah lebih besar, lebih berat, juga lebih manis.
Hal ini karena kalium bisa membantu proses transportasi glukosa di dalam tanah.
Baca juga: Air Bekas Cucian Beras, Daging dan Air Kelapa Ternyata Bisa Dipakai Pupuk Tanaman
Memperkuat batang tanaman
Salah satu ciri tanaman yang baik adalah memiliki batang yang kokoh dan kuat.
Kandungan pupuk KCL bisa menjadikan tanaman bertahan hidup lebih lama dan tidak gampang ambruk atau rapuh sebelum menghasilkan buah.
Tanaman lebih tahan stres dan serangan hama penyakit
Manfaat pupuk KCL untuk tanaman adalah membuat tanaman lebih tahan terhadap risiko terjadinya stres serta kekeringan. Ketika tanaman stres dan kekeringan, hal itu dapat menyebabkan tanaman mati sebelum menghasilkan buah.
Selain itu, manfaat pupuk KCL untuk tanaman dapat membentuk dan mengangkut karbohidrat serta sebagai katalisator dalam pembentukan protein.
Sumber: Kompas.com
Berita lain terkait home and garden
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/bertanam-sayuran-di-rumah.jpg)