Breaking News:

Berita Bungo

Enam Kecamatan di Bungo Zona Merah, Sekolah Kembali Online

Berita Bungo-Kasus Covid-19 di Kabupaten Bungo terus meningkat. Enam kecamatan dinyatakan zona merah.

Penulis: Muzakkir | Editor: Nani Rachmaini
(tribun jambi.com/ Hasbi Sabirin)
Ilustrasi. Zona merah 

TRIBUNJAMBI.COM, BUNGO -- Kasus Covid-19 di Kabupaten Bungo terus meningkat. Enam kecamatan dinyatakan zona merah.

Enam Kecamatan masuk dalam zona merah tersebut adalah Kecamatan Rimbo Tengah, Bungo Dani, Bathin III, Pasar Muara Bungo, Pelepat dan Pelepat Ilir.

Sementara, sebanyak 11 Kecamatan masuk ke zona selain merah, yakni Kecamatan Jujuhan Ilir, Rantau Pandan, Bathin III Ulu, Muko-Muko Bathin VII, Limbur Lubuk Mengkuang, Tanah Tumbuh, Tanah Sepenggal Lintas, Bathin II Babeko, Bathin II Pelayang, Jujuhan dan Tanah Sepenggal.

Sejumlah daerah yang masuk zona merah tersebut dilarang untuk melakukan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka. Mereka kembali melakukan belajar mengajar secara online atau daring.

Kadis Pendidikan Bungo, Masril saat dikonfirmasi menyebut pembagian zona terbagi menjadi dua, yakni zona merah dan zona selain merah. Penempatan kedua zona tersebut disebutnya sudah menjadi kesepakatan Dinas Pendidikan bersama instansi terkait serta Tim Satgas Covid-19 Bungo.

"Kedua zona itu kita ambil dari tingkat penularan Covid-19. Jika yang terkonfirmasi di Kecamatan tersebut banyak maka masuk ke zona merah," ujarnya.

Katanya, pada zona merah diberlakukan KBM secara daring, sementara zona selain merah KBM tatap muka namun tetap mematuhi protokol kesehatan.

Dikatakan Masril, aturan tersebut berlaku untuk seluruh sekolah mulai dari SD hingga SMA yang ada di Kabupaten Bungo. Ia pun juga sudah melakukan komunikasi ke Dinas Pendidikan Provinsi untuk menyetujui aturan tersebut untuk tingkat SMA.

"Aturan ini berlaku hingga waktu yang tidak ditentukan, yang pasti kita akan melakukan evaluasi setiap waktu," tuturnya.

Masril menegaskan bahwa pelaksanaan daring di zona merah bukan berarti siswa libur sekolah. Setiap siswa akan diberikan tugas oleh gurunya untuk dikerjakan di rumah masing-masing.

Untuk itu, Ia minta orang tua ikut berperan aktif mengajarkan anak di rumah selama pelaksanaan aturan tersebut.

"Ini bukan masalah membebankan orang tua tapi masalah kesehatan anak kita," tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved