Breaking News:

Berita Internasional

China Bereaksi Cepat saat Pesawat Militer AS Mendarat di Taiwan, Lakukan Latihan Pendaratan Amfibi

Angkatan Darat dan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) mengadakan latihan pendaratan amfibi di perairan Provinsi Fujian pada Jumat (16/7)

Editor: Andreas Eko Prasetyo
South Front
Lioaning, kapal induk pertama China 

TRIBUNJAMBI.COM, BEIJING - Bak kebakaran jenggot, China melalui Angkatan Darat dan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) mengadakan latihan pendaratan amfibi di perairan Provinsi Fujian pada Jumat (16/7) pekan lalu.

Hal itu dilakukan selang satu hari setelah pesawat militer AS mendarat di Taiwan.

Hal itu merupakan langkah yang menurut para ahli militer untuk menunjukkan kemampuan PLA menjaga kedaulatan nasional dan integritas teritorial.

Bahkan tak cuma itu, hal itu sekaligus mengirim peringatan kepada AS dan Taiwan di tengah taktik "irisan salami" mereka.

Ketegangan Hampir Berbuah Perang Samudera, Militer AS dan Tiongkok Gelar Latihan di Laut China Selatan Saling Berhadapan: Mereka Melihat Kami dan Sebaliknya
Ketegangan Hampir Berbuah Perang Samudera, Militer AS dan Tiongkok Gelar Latihan di Laut China Selatan Saling Berhadapan: Mereka Melihat Kami dan Sebaliknya (Petty Officer 3rd Class Keenan Daniels)

Diketahui, sebuah unit lapis baja Brigade Senjata Gabungan Amfibi Berat Angkatan Darat Grup ke-73 PLA pada Jumat melakukan serangkaian latihan tembakan langsung di perairan lepas pantai Tenggara Fujian, CCTV melaporkan Minggu (18/7).

Sementara nampak lusinan kendaraan lapis baja amfibi Tipe 05 yang bergerak keluar dari pantai ke laut dan menaiki kapal pendarat tank Tipe 072A Angkatan Laut PLA, yang membawa mereka dalam manuver penyeberangan laut jarak jauh.

Tipe 05 ini dikembangkan di dalam negeri merupakan lapis baja amfibi paling canggih PLA, dengan kemampuan soal manuver yang baik di laut, daya tembak yang kuat, dan tingkat informatisasi yang tinggi, laporan CCTV menyebutkan.

Setelah mendekati area target, kendaraan lapis baja amfibi itu meluncur dari kapal pendarat dan melancarkan serangan saat mereka bergerak menuju pantai target.

Baca juga: Penutupan Area Publik di Jambi Berakhir 20 Juli, Kini Ketua Tim Relaksasi Berpegang ke Inmendagri

Baca juga: 7 Negara Larang Kedatangan dari Indonesia, Kini Brunei Darussalam Juga Berlakukan Hal Itu

Baca juga: Penambahan Kasus Covid-19 di Jambi Turun Drastis Hari Ini, Pasien Sembuh Makin Banyak

"Pasukan dilatih tidak hanya di siang hari, tetapi juga di malam hari," kata Letnan Kolonel Zhu Chaojun, komandan batalion, kepada CCTV dan dilansir Global Times.

“Sebagai pasukan tingkat primer yang berbasis di pantai Tenggara, kami harus berlatih keras di bawah skenario seperti dalam pertempuran nyata, siap tempur setiap saat dan dengan tegas menjaga kedaulatan nasional dan integritas teritorial,” kata Zhu.

Kapal induk pengangkut jet tempur milter AS
Kapal induk pengangkut jet tempur milter AS (pixabay.com)

Latihan itu juga berlangsung hanya dalam satu hari setelah pesawat C-146A Angkatan Udara AS mendarat di Taiwan pada Kamis (15/7).

Ini menjadi kedua kalinya di 2021, setelah pesawat angkut C-17 Angkatan Udara AS mendarat di pulau itu pada 6 Juni lalu.

(Kontan)

Berita lainnya seputar China

Berita lainnya seputar Amerika Serikat

SUMBER: KONTAN

Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved