Breaking News:

Hari Raya Idul Adha

Salat Iduladha di Rumah Saja, Menag Imbau Masyarakat Tak Mudik

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sudah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 17 yang meniadakan salat Iduladha di lapangan atau masjid bagi

Editor: Fifi Suryani
Humas Kemenag RI
Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sudah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 17 yang meniadakan salat Iduladha di lapangan atau masjid bagi daerah yang sedang menerapkan PPKM Darurat. Ia berharap masyarakat mematuhi imbauan dalam surat edaran itu. Gus Yaqut, sapaannya, mengingatkan umat Islam bahwa mematuhi arahan pemerintah menurut ajaran Islam wajib hukumnya.

”Di Islam itu ada hukum ketaatan. Bahwa taat kepada Allah, taat kepada Rasul, itu mutlak, wajib hukumnya. Taat kepada pemerintah muqayyad namanya. Ada pengecualian. Ketika pemerintah ini mengeluarkan peraturan yang sifatnya melindungi masyarakat, maka pemerintah wajib untuk dipatuhi," ucap Gus Yaqut dalam jumpa pers melalui Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (16/7). "Nah, ini hukum dalam Islam, taat kepada Allah, taat kepada Rasul dan taat kepada ulil amri atau pemerintah," tegasnya.

Selain meniadakan salat Iduladha di masjid atau lapangan, SE Menag itu juga mengatur larangan takbir keliling, termasuk berkerumun di dalam masjid. Takbiran diimbau di rumah saja. Menag juga mengatur penyembelihan hewan kurban dilakukan di rumah potong hewan. Jika tak memungkinkan, dipotong di ruang terbuka dengan jumlah orang terbatas tanpa kerumunan.

"Soal pembagian (daging kurban) tidak boleh lagi ada kerumunan seperti tahun-tahun sebelum ada pandemi. Dengan bagi kupon dan masyarakat datang. Tapi kita mengatur supaya hewan kurban diantar langsung kepada yang berhak. Salat Iduladha hanya bisa dilakukan di rumah. Tidak ada salat Iduladha di masjid atau di lapangan dalam masa PPKM Darurat ini," imbuhnya.

Terkait pelaksanaan ibadah salat Iduladha di rumah, sejumlah ormas Islam sebelumnya juga mengeluarkan imbauan serupa.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau umat Islam di wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat untuk mendirikan salat Iduladha dan bertakbiran di rumah masing-masing sebagaimana aturan pemerintah.

Ketua MUI Abdullah Djaidi mengatakan, Islam mengajarkan bahwa keselamatan jiwa merupakan prioritas utama sehingga salat dapat didirikan di rumah demi menghindari penularan Covid-19. "Karena hifdzun nafs, menjaga jiwa adalah lebih utama dari yang lain-lain karena ibadah itu bisa dilaksanakan di rumah, artinya bukan tidak melaksanakan ibadah," kata Abdullah dalam konferensi pers, Sabtu (10/7).

Abdullah menceritakan kisah Nabi Muhammad SAW yang pernah meminta umatnya untuk salat di rumah masing-masing saat terjadi hujan deras yang dapat mencelakakan umat saat perjalanan menuju masjid. "Hanya karena faktor hujan lebat, jalanan becek akan mencelakakan kita, sehingga Nabi mengatakan 'salatlah kamu di rumah masing-masing', apalagi di daerah yang betul-betul sangat riskan masalah Covid-19 ini," ujar Abdullah.

Sementara itu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah merilis Surat Edaran tentang Imbauan Perhatian, Kewaspadaan, dan Penanganan Covid-19, Serta Persiapan Menghadapi Idul Adha 2021. Dalam surat edaran tersebut, PP Muhammadiyah mengimbau agar pelaksanaan salat Iduladha di lapangan, masjid, atau fasilitas lain tidak dilaksanakan.

Bagi yang menghendaki, salat Iduladha dapat dilakukan di rumah masing-masing bersama anggota keluarga dengan cara yang sama seperti salat di lapangan. "Hukum asal pelaksanaan salat Iduladha adalah sunah muakkadah dan dilaksanakan di lapangan," kata PP Muhammadiyah dalam surat edaran itu. "Oleh karena kondisi penyebaran Covid-19 saat ini sangat tinggi dan cepat serta sangat membahayakan, maka pelaksanaan shalat Idul Adha tahun 1442 H dilaksanakan di rumah masing-masing," demikian lanjutan surat edaran tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved