Breaking News:

Berita Video

VIDEO: Lembaga Kursus Tata Rias Pengantin Bik Cik, Hadir Sejak 1970 dan Kini Tinggal Mencari Amal

Tribunners yang ingin belajar tata rias pengantin tetapi tidak memiliki banyak uang untuk biaya kursus bisa mendatangi Lembaga kursus tata rias

Penulis: M Yon Rinaldi | Editor: Andreas Eko Prasetyo

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Tribunners yang ingin belajar tata rias pengantin tetapi tidak memiliki banyak uang untuk biaya kursus bisa mendatangi Lembaga kursus tata rias pengantin Bik Cik yang berlokasi di jalan Slamet Riyadi Broni, tepatnya di depan kuburan Sungai Sawang Jambi.

Masturah Pemilik Lembaga Kursus Tata rias Bik Cik mengatakan saat ini dia tinggal mencari amal di sisa umurnya ini, itulah kenapa dia hanya menarik biaya sebesar Rp 650 ribu untuk yang mau belajar tata rias pengantin di tempatnya.

“Kalau dulu untuk satu pakaian adat minimal Rp 12 juta,” Ujarnya beberapa waktu yang lalu.

Masturah menceritakan dia mulai melonggarkan biaya kursus ini sejak 2016 silam, dan sejak saat itu dia mulai menurunkan ilmunya ke siapa saja yang membutuhkan.

Baca juga: VIDEO: Boba Prince, Cafe dan Resto yang Jadi Rujukan Ibu-ibu Sosialita Arisan Nongkrong

Baca juga: VIDEO: Manisnya Bisnis Madu Rumahan Milik Warga Kerinci Ini

Baca juga: LAGI! Susi Pudjiastuti Sindir Keras Luhut Binsar Soal Covid-19, Padahal Dulu Dikenal Sangat Akrab

“Saat ini dengan biaya Rp 650 ribu tersebut mereka bebas mau belajar adat apa saja,” katanya.

Lembaga kursus tata rias pengantin Bik Cik sudah hadir di Jambi sejak 1970 an dan telah melahirkan 1.500 penata rias yang tersebar di seluruh Provinsi Jambi.

“Banyak dari mereka telah menjadi penata rias handal dan telah memiliki kehidupan yang serba berkecukupan,” ucapnya.

Walaupun memiliki harga kursus yang cukup murah namun lembaga kursus ini tidak bisa dipandang sebelah mata, hal ini karena dia telah memiliki legalitas resmi sejak 2009 silam.

Selain itu, untuk kemampuan menata rias pengantin nya juga cukup luas, lembaga kursus ini bisa memberikan pelatihan hampir seluruh adat yang ada di Indonesia.

Untuk pelatihan satu pakaian adat dibutuhkan waktu 8 kali pertemuan atau 15 hari, namun ada juga beberapa siswa yang membutuhkan waktu lebih dari itu.

Baca juga: Bacaan Sholawat Nariyah, 5 Manfaatnya Menurut Ustaz Abdul Somad

Baca juga: Puasa Arafah dan Tata Cara Pelaksanaan Serta Keutamaan Menjalankannya Bagi Umat Muslim

Baca juga: Politisi PKS Ini Kritik Luhut yang Sebut Penanganan Covid-19 di Indonesia Terkendali

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved