Breaking News:

Kasus Penggelapan di Batanghari

Polisi Ungkap Kasus Penggelapan Dalam Jabatan di PT IKU, Ternyata Dilakukan Karyawan Perusahaan

Berita Batanghari - Aksi melawan hukum ini bukan merupakan kasus pencurian melainkan kasus penggelapan dalam jabatan.

Penulis: A Musawira | Editor: Rahimin
tribunjambi/musawira
Barang bukti kasus penggelapan dalam jabatan yang dilakukan oknum karyawan PT IKU di Kecamatan Maro Sebo Ilir. 

Polisi Ungkap Kasus Penggelapan Dalam Jabatan di PT IKU, Ternyata Dilakukan Karyawan Perusahaan

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Kasus penggelapan dalam jabatan yang dilakukan oknum karyawan PT IKU di Kecamatan Maro Sebo Ilir, Batanghari beberapa waktu lalu, berhasil diungkap polisi.

Aksi melawan hukum ini bukan merupakan kasus pencurian melainkan kasus penggelapan dalam jabatan.

Karena, pelaku memiliki jabatan dan memanfaatkan jabatan itu untuk merugikan perusahaan.

Kanit Pidana Umum Satreskrim Polres Polres Batanghari, Ipda Gegar Mahdi saat dikonfirmasi Tribunjambi.com mengiyakan, pelaku yang diringkus adalah oknum karyawan PT IKU

Tersangka yang diamankan terdiri dari lima orang dari lima orang ini tiga sudah masuk tahap persidangan.

Masing-masing tersangka dengan inisial YN, AR dan BT yang pertamakali diamankan, lalu menyusul DS dan AS merupakan mandor perkebunan sawit di PT IKU. Mereka diamankan pada 9 April 2021 yang lalu.

“Tersangka yang diamankan masih melalui tahap kedua persidangan, sedangkan tangkapan kedua sudah dikirim berkasnya ke Kejaksaan. Kita juga masih memburu inisial R merupakan otak dari perbuatan ini,” kata Ipda Gegar Mahdi, Jumat (16/7/2021).

Aksi penggelapan dalam jabatan ini telah terjadi sejak 27 Maret 2021 terus berlanjut hingga 4 April 2021.

Terkait kerugian yang menimpa PT IKU sebesar Rp30 juta lebih jika diakumulasikan dari buah tandan sawit yang digelapkan.

“Mereka ini melakukan aksinya dengan cara bongkar muat buah sawit diluar kawasan PT IKU dengan mecegat sopir truk, lalu dijualnya di penadah. 6 unit mobil truk berhasil kita amankan menjadi barang bukti dalam pengungkapan kasus ini,” ujarnya.

Pasal yang disangkakan kepada lima orang tersangka ini kata Ipda Gegar Mahdi ancaman diatas 5 tahun kurungan penjara dengan pasal 374 jo pasal 64.

“Perbuatan mereka ini berlanjut atau berulang-ulang jadi kita lapis lagi ke pasal 64,” pungkasnya.(tribun jambi/musawira)

Belum Semua Anggota DPRD Tebo Mengikuti Vaksinasi Covid-19, Ternyata Ini Penyebabnya

Transisi Lokal, 71 Orang di Tanjung Jabung Barat Terpapar Covid-19, Sebagian Besar Belum Vaksin

Ahmad Albar Hari Ini Berusia 75 Tahun, Profil Singkat Sang Legenda Hidup Musik Rock Indonesia

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved