Breaking News:

Berita Muarojambi

Konflik SK Tol Desa Tarikan Muarojambi Masih Berlanjut hingga Terjadi Penganiayaan

Konflik seputaran lahan SK Tanah Objek Landrefom TOL di Desa Tarikan Kecamatan Kumpeh Ulu Kabupaten Muarojambi terus berlanjut.

Penulis: Hasbi Sabirin | Editor: Andreas Eko Prasetyo
Tribunjambi.com/Hasbi Sabirin
Konflik seputaran lahan SK Tanah Objek Landrefom TOL di Desa Tarikan Kecamatan Kumpeh Ulu Kabupaten Muarojambi terus berlanjut. 

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Konflik seputaran lahan SK Tanah Objek Landrefom TOL di Desa Tarikan Kecamatan Kumpeh Ulu Kabupaten Muarojambi terus berlanjut.

Lihat saja, beberapa waktu lalu masih terjadi penganiayaan antara kelompok tani dan orang suruhan perusahaan PT KKL di Desa Tarikan.

Pada hari Selasa tanggal 15 Juni 2021 sekira pukul 21.00 WIB saat itu pihak kelompok tani Desa Tarikan sedang rapat di rumah ketua kelompok tani bernama Ahmad Sabki.

Tidak lama kemudian, satu diantara rekannya bernama Anton mengatakan bahwa Amran dari perwakilan perusahaan ingin bertemu dengan kelompok tani Desa Tarikan, kedatangan Amran pun disambut baik oleh kelompok tani.

Baca juga: Cara Menghilangkan Karang Gigi - Olesi Lidah Buaya, Konsumsi Keju, Mengunyah Daun Jambi Biji

Baca juga: Ini Dia, 3 Pemenang Kompetisi Astra Honda Motor Best Student Regional Jambi

Baca juga: Rumah Warga di Air Hitam Terbakar saat Ditinggal Sholat Magrib ke Masjid

Konflik seputaran lahan SK Tanah Objek Landrefom TOL di Desa Tarikan Kecamatan Kumpeh Ulu Kabupaten Muarojambi terus berlanjut.
Konflik seputaran lahan SK Tanah Objek Landrefom TOL di Desa Tarikan Kecamatan Kumpeh Ulu Kabupaten Muarojambi terus berlanjut. (Tribunjambi.com/Hasbi Sabirin)

Dalam pertemuan itu Amran mengatakan bahwa pihak perusahaan akan melakukan panen sawit di lahan TOL namun kelompok tani Desa Tarikan tidak memberikan izin terkait permintaannya.

Ahmad Sabki beralasan melarang melakukan pemanenan, karena lahan tersebut masih dalam status sengketa dan ia meminta harus menghormati keputusan pengadilan.

Ia menyerahkan lahan yang ditanami kelapa sawit oleh PT KKL itu jika sudah ada hitam diatas putih terhadap sengketa tersebut baru lah bisa dilakukan permanenan.

Sekitar 10 menit dapat kabar larangan itu, rekan Amran bernama Sabaini datang ke rumah Ahmad Sabki sambil angkat-angkat baju menunjukkan sebilah pisau dan senjata api yang berada di bagian pinggangnya.

Konflik seputaran lahan SK Tanah Objek Landrefom TOL di Desa Tarikan Kecamatan Kumpeh Ulu Kabupaten Muarojambi terus berlanjut.
Konflik seputaran lahan SK Tanah Objek Landrefom TOL di Desa Tarikan Kecamatan Kumpeh Ulu Kabupaten Muarojambi terus berlanjut. (Tribunjambi.com/Hasbi Sabirin)

Situasi tidak kondusif, senjata tajam yang berada di pinggang Sabaini berhasil diamankan oleh Nasir lalu diserahkannya ditengah-tengah rapat kelompok tani Desa Tarikan tersebut.

Tidak sampai disitu, pertikaian itu masih berlanjut, hingga penganiayaan terhadap pihak kelompok tani Desa Tarikan bernama Lukman oleh orang suruhan dari pihak perusahaan KKL bernama Koirul Mukmin alias Sontol yang terjadi pada Selasa (15/06/21) sekitar pukul 23.30 WIB lalu.

Baca juga: Hakim Akan Putus Praperadilan yang Diajukan Kepala BPPRD Kota Jambi Senin Mendatang

Baca juga: BKIPM Jambi Lakukan Restocking 20.000 Ekor Benih Ikan Nilem di Danau Teluk Kenali Kota Jambi

Baca juga: Malam-malam Jokowi Keluar Istana Temui Warga, Bagikan Sembako dan Obat di Sunter, Menteri Kemana?

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved