Breaking News:

PPKM di Jambi

PHRI Jambi: PPKM Berdampak Pada Industri Perhotelan dan Restoran di Jambi, Okupansi Hotel Menurun

Berita Jambi - PPKM mikro yang diberlakukan di Jambi berdampak pada berbagai kegiatan ekonomi

Penulis: Vira Ramadhani | Editor: Rahimin
ist
Ilsutrasi - PPKM Berdampak Pada Industri Perhotelan dan Restoran di Jambi, Okupansi Hotel Menurun 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - PPKM mikro yang diberlakukan di Jambi berdampak pada berbagai kegiatan ekonomi, tak terkecuali juga berimbas pada industri perhotelan dan restoran di Provinsi Jambi.

Yudi Ghani, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Jambi mengatakan, pemberlakuan PPKM mikro tentunya bukan tanpa alasan hal ini mengingat penyebaran Covid-19 sedang tinggi.  

“Dari kebijakan PPKM mikro ini akan berimbas pada dunia usaha dan perekonomian Jambi termasuk industri hotel dan restoran,” ujarnya melalui sambungan telepon, Kamis (15/7/2021).

Lanjunya, dari industri perhotelan dan restoran juga sudah memiliki ketetapan masing-masing tentang prokes dan pencegahan Covid di lingkungan kerja.

“Kita telah melakukan antisipasi agar penyebaran Covid tidak terjadi di industri ini. Namun, bila ada pembatasan seperti saat ini, jelas berpengaruh pada pendapatan kami, karena tidak ada kegiatan,” ungkapnya..

Dikatakannya, PHRI Jambi telah melakukan vaksinasi kepada 75 persen pegawai industri perhotelan dan restoran di Jambi. Hal tersebut dilakukan untuk mendorong usaha perhotelan agar dapat berjalan dengan normal.

Sementara itu, sebelum PPKM mikro ini diberlakukan, industri perhotelan dan restoran mendapatkan izin untuk pengadaan kegiatan dan rapat dengan kapasitas keterisian ruangan 25 persen hingga 50 persen.

"Sekarang PPKM ada lagi, benar-benar tidak ada kegiatan rapat, resepsi atau acara lainnya. Karena ada pembatasan kegiatan pemerintahan untuk mengadakan rapat tatap muka,” Jelasnya.

Sebelum PPKM Mikro kembali diberlakukan sejak awal Juli 2021 lalu okupansi hotel bintang 3 ke atas mencapai 50 persen sampai 70 persen.

“Saat ini okupansi hotel kembali menurun bahkan mencapai 30 persen sebagai dampak pembatasan kegiatan,” ujarnya.

“Sedangkan untuk hotel bintang 3 ke bawah dampak yang dirasakan lebih besar, dengan okupansi hotel yang lebih kecil di bawah 30 persen,” tambahnya.

Dikatakannya, pada hotel bintang 3 ke atas ini paling banyak bergantung dengan anggaran belanja  pemerintah.

“Adanya PPKM Darurat di Jawa dan Bali ini juga berimbas pada industri perhotelan di Jambi,” pungkasnya. (Tribunjambi/Vira Ramadhani)

Meski PPKM Mikro Diberlakukan, Masih Ada yang Berkunjung ke Wisata Danau Sipin Kota Jambi

Pemeran Rafael Memberikan Spoiler Ikatan Cinta, Bakal Ada Kisah Cinta Baru

Lihat Anak SMA Ikut Vaksin Covid-19 Gubernur Jambi Al Haris Harapkan Kekebalan Tubuh Terbentuk

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved