Breaking News:

Berita Tanjabbar

Kondisi Pasar Parit 3 Kuala Tungkal Memprihatinkan, Pedagang Pindah Lantaran Sepi Pembeli

"Sementara di sini parkir tidak ada, lokasi kek gini. Ya kita mau pindah tidak mungkin langsung pindah, karena perlu cari lapak lagi. Ya mau dak mau l

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi/Samsul Bahri
Kondisi Pasar Parit 3 Kuala Tungkal Memprihatinkan, Pedagang Pindah Lantaran Sepi Pembeli 

TRIBUNJAMBI.COM, KUALATUNGKAL - Sejumlah pedagang di Pasar Parit 3 yang terletak di Kelurahan Tungkal II, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat mengeluhkan kondisi pasar yang lebih dari 20 tahun lamanya tidak pernah mendapat perhatian.

Pasar yang di bangun sekira tahun 1999 tersebut menjadi pasar yang awalnya sebagi sentral untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari masyarakat sekitar. Namun semakin ke sini, sejumlah pedagang yang awalnya berjualan di lapak pasar mulai beralih ke tempat lain.

Hal ini lantaran kondisi pasar yang sebetulnya sudah tidak layak untuk di tempati. Sejumlah atap dari bangunan tersebut sudah mulai runtuh, sementara atap yang berbahan seng sendiri sudah mulai bocor dan berkarat.

Aris, pedagang yang masih bertahan di Pasar Parit 3 menyebut bahwa semakin hari pasar tersebut semakin sepi pengunjung. Sarana prasarana yang buruk juga menjadi minat masyarakat berkurang untuk membeli di pasar tersebut.

"Tempat parkir tidak ada, wc tidak ada, kemudian ya lihat sendiri lah kondisi pasar ini gimana kan. Makin sepi sekarang warga beli, kebanyakan itu ke Parit 1 mereka beli. Ya kami sekarang berharap ke masyarakat yang masih mau beli di sini lah,"ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikan oleh Aris bahwa tidak hanya pembeli yang mulai beralih ke pasar lain, beberapa pedagang yang dulu nya berjualan di pasar parit 3 juga mulai berpindah ke sejumlah pasar lainnya. Beberapa pedagang memilih untuk pergi karena secara pemasukan tidak menguntungkan.

"Sementara kalo kita bicara ya di Parit 1 itu kan bukan tempat pasar. Itu depan-depan rumah warga yang di jadikan lapak jualan dan sekarang makin rame. Apa lagi itu pas di pinggir jalan, akses masyarakat tinggal turun dari motor langsung ke pedagang,"ungkapnya.

"Sementara di sini parkir tidak ada, lokasi kek gini. Ya kita mau pindah tidak mungkin langsung pindah, karena perlu cari lapak lagi. Ya mau dak mau lah kita bertahan. Padahal kalo ini di kelolah, di renovasi pasti bagus,"tambahnya.

Disisi lain, Afrizal pengelolah pasar parit 3 juga mengaku bahwa butuh ada renovasi terkait pasar tersebut. Apalagi lokasi pasar juga sebagai tempat untuk bongkar hasil tangkapan nelayan. Menurutnya hanya butuh perhatian dan keseriusan pemerintah.

"Ya boleh di katakan tidak ada perhatian pemerintah selama ini. Dari awal pembangunan sampai sekarang. Sementara kita bisa katakan ini lah urat nadi pedagang kita. Ini cuma butuh renovasi, jadikan bangunan pasar yang layak,"pintanya.

"Ini tempat parkir lah yang memang di butuhkan, lapak ini lah kami mintak bagusin. Atap ini di ganti. Kalo sudah itu insha allah lah mulai kek dulu lah rame nya pasar ni,"pungkasnya.

Baca juga: Manfaaat Tumbuhan Bagi Manusia dan Makhluk Hidup Lainnya

Baca juga: Bank Indonesia Catat Kinerja Industri Pengolahan Triwulan Kedua Tahun 2021 Meningkat

Baca juga: Persamaan dan Perbedaan Kondisi Geografis Brunei Darusalam dan Laos

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved