Breaking News:

Berita Muarojambi

Kasus Lahan SK Tol Muarojambi Tak Kunjungan Usai, Puluhan Warga Datangi PN Sengeti Minta Keadilan

Saat diketahui, penggugat pada sidang itu adalah Ahmad Sabki CS melawan tergugat 1, Badan Pertanahan Nasional RI, Kantor Wilyah Pertanahan Provinsi Ja

Penulis: Hasbi Sabirin | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
ist
Kasus Lahan SK Tol Muarojambi Tak Kunjungan Usai, Puluhan Warga Datangi PN Sengeti Minta Keadilan 

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Kasus lahan SK tol di Desa Tarikan, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muarojambi terus berlanjut dan belum ada penyelesaian.

Lihat saja, Pengedalian Negeri Sengeti Kabupaten Muarojambi hari ini sedang mengelar sidang perkara ini pada Rabu (14/7/2021).

Diketahui, penggugat pada sidang itu adalah Ahmad Sabki CS melawan tergugat 1, Badan Pertanahan Nasional RI, Kantor Wilyah Pertanahan Provinsi Jambi, Kantor BPN Kabupaten Muarojambi.

Sementara sebagai tergugat II Pemerintah Republik Indonesia, Menteri Dalam Negeri, Pemerintah Provinsi Jambi dan Pemerintah Kaupaten Muarojambi dan Kepala Desa Tarikan, Suwandi Alias Alex KT, Elisthe Chang Alias Cici dan PT KUmpeh Karya Lestari.

Pantauan dilapangan puluhan warga Desa Tarikan tersebut, hari ini terlihat memadati Kantor Pengadilan Negeri Snegeti, ingin mendengarkan langsung mediasi yang dilaksanakan di PN Sengeti.

Seperti yang disampaikan oleh ketua kelompok tani Desa Tarikan Ahmad Sabki saat ditemui awak media mengatakan pihaknya mengajukan agar lahan SK TOL tersebut dikembalikan kepada masyarakat Desa Tarikan yang tergabung dalam kelompok tani dengan jumlah ratusan orang.

"Inikan agendanya mediasi, kami sudah mengajukan tadi, agar lahan itu dikembalikan kepada kelompok tani yang berjumlah ratusan orang ini, kami sangat berharap lahan Tanah Objek landrefom itu (SK TOL) itu segera dikembalikan kepada masyarakat,"kata Ahmad Sabki.

Bahkan mereka meminta jangan adalagi terjadi hal yang tidak diinginkan seperti yang terjadi beberapa waktu lalu, dimana salah satu anggota kelompok tani dibacok oleh orang suruhan pihak perusahaan yang saat ini meski sudah ditetapkan sebagai tersangka dan belum diproses secara hukum.

Penegak hukum yang ada di Kabupaten Muarojambi harus betul betul berpihak kepada masyarakat Desa Tarikan, mereka menilai selama ini lahan milik masyarakat nya dinikmati oleh pihak perusahaan kapitalis.

Mereka berharap kedepannya itu tidak terjadi lagi keriminalisasi pada warganya yang terjadi tanggal 13 Juni 2021 lalu, penyerangannya saat warga nya sedang rapat.

"Kami diserang saat kami sedang rapat, oleh pelaku warga kami pula yang dilaporkan, inikan tidak hanya kriminalisasi, bahkan mereka membolak balikan fakta, pelaku penyerangan adalah orang suruhan dari pihak perusahaan kapitalis yang saat ini sebagai tergugat,"ucapnya.

Sementara penasehat hukum kelompok tani Desa Tarikan Zainal Abidin berharap pada mediasi sidang perdata kasus SK TOL yang berlangsung hari ini bisa menjembatani kesepakatan kedua belah pihak.

"Mudah mudahan di perdata nomor 22/Pdt.G/2021/PN.Snt ini menjadi jembatan untuk mediasi berikutnya yang akan digelar pada tanggal 22 mendatang, sehingga dapat titik temu yang dicapai kedua belah pihak dari lahan SK Tol ini,"tutupnya.

Baca juga: Ratusan Dompeng PETI di Kecamatan Bathin II Babeko Dimusnahkan Polres Bungo

Baca juga: VIDEO Viral Detik-detik Warga Boyolali Nikah di Dalam Bus

Baca juga: Warga di Tanjabtim Bisa Berobat Gratis Jika Alami Efek Samping Usai Divaksin Covid-19

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved