Breaking News:

Penularan Covid-19 Sudah Luar Biasa, Wapres: Pemerintah Sekarang Pontang-Panting

Lonjakan kasus Covid-19 sebulan terakhir membuat pemerntah kerepotan. Jumlah kematian terus meningkat.

Tribunnews.com/ Rina Ayu
Wakil Presiden Maruf Amin di Kantor Wakil Presiden RI. 

Penularan Covid-19 Sudah Luar Biasa, Wapres: Pemerintah Sekarang Pontang-Panting

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA-Lonjakan kasus Covid-19 sebulan terakhir membuat pemerntah kerepotan. Jumlah kematian terus meningkat.

Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengaku pemerintah saat ini tengah kewalahan menyiapkan fasilitas kesehatan untuk merawat pasien positif Covid-19.

Maruf meminta masyarakat untuk disiplin mematuhi regulasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat.

"Pemerintah sekarang pontang-panting menyiapkan perawatan, sampai banyak sekarang yang pasang tenda rumah sakit, kekurangan oksigen, kekurangan tenaga kesehatan," katanya saat pertemuan dengan para ulama, tokoh agama Islam, dan kepala daerah secara hibrid di Istana Wakil Presiden di Jakarta, dikutip dari Antara, Senin (12/7/2021).

Saat ini kata Wapres tingkat penularan dan keparahan Covid-19 sudah luar biasa.

Hal itu dibuktikan dengan banyaknya masyarakat yang meninggal dunia, termasuk tenaga kesehatan.

Selain itu, banyak rumah sakit tidak mampu menampung pasien karena tingginya keterisian tempat tidur di rumah sakit (bed occupancy rate), khususnya di Jawa dan Bali yang di atas 90 persen.

"Ini hal yang saya ingin sampaikan kepada para kiai, sekarang rumah sakit sudah tidak menampung, kekurangan oksigen, tenaga kesehatan banyak wafat," ujar Maruf.

Wapres menyebutkan hingga 6 Juli 2021, tenaga kesehatan yang meninggal dunia akibat Covid-19 mencapai lebih dari 1.000 orang, antara lain terdiri atas 405 dokter, 399 perawat, 166 bidan, 43 dokter gigi, dan 32 ahli tenaga laboratorium.

"Untuk jadi dokter itu tidak mudah, bukan satu tahun atau dua tahun, tapi sekarang banyak (dokter) jadi korban," ujarnya.

Ia juga mengatakan jumlah ulama yang meninggal dunia karena terinfeksi Covid-19 mencapai 541 orang, terdiri atas 450 laki-laki dan 90 perempuan.

Oleh karena itu, Wapres meminta para ulama dan tokoh agama Islam untuk dapat bersama-sama dengan pemerintah dalam menanggulangi bencana kesehatan pandemi Covid-19 di Indonesia.

"Saya ingin mengajak sahabat-sahabat saya semua untuk bersama-sama dengan pemerintah menanggulangi bahaya Covid-19. Bersama-sama pemerintah kita berjuang, berjihad menghadapi bahaya Covid-19 yang jahat," ujar Wapres.

Baca juga: Nakes Kota Jambi Kewalahan Tangani Pasien Covid-19, Mahasiswa Kesehatan Diturunkan jadi Relawan

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved