Breaking News:

Kasus Korupsi di Batanghari

Kejari Batanghari Sepanjang 2021 Limpahkan Tiga Kasus Korupsi, Ini Hukuman Kurungan Paling Lama

Sepanjang 2021 ini atau Januari-Juli, Kejari Batanghari telah menangani kasus Tindak Pidana Korupsi

Penulis: A Musawira | Editor: Rahimin
Humas Kejati Jambi
DOKUMEN - Hari Bhakti Adhyaksa ke 59 di Kejari Batanghari. Sepanjang 2021 ini atau Januari-Juli Kejari Batanghari telah menangani kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebanyak tiga perkara. 

Kejari Batanghari Sepanjang 2021 Limpahkan Tiga Kasus Korupsi, Ini Hukuman Kurungan Paling Lama

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Sepanjang 2021 ini atau Januari-Juli Kejari Batanghari telah menangani kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebanyak tiga perkara.

Hal itu diungkapkan Kepala Kejari Batanghari Dedy Priyo Handoyo melalui Kasi Tindak Pidana Khusus (Kasipidsus), Bambang Harmoko kepada Tribunjambi.com pada Selasa (13/7/2921).

Ia menyatakan, dari kasus Tipikor yang ditangani, satu perkara diantaranya menyangkut Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) 2019 dan selebihnya terkait kasus korupsi dana desa.

Thamrin dan Husein yakni mantan Pj Kepala Desa dan Sekretaris Desa Kembang Tanjung, Kecamatan Mersam, Kabupaten Batanghari.

Kedua terdakwa ini telah dilakukan penututan atau telah inkrah mempunyai kekuatan hukum tetap.

“Kasus AUTP menjerat terdakwa bernama Emmy. Terpidana selama 4 tahun menurut peritungan kerugian negara, nilai kerugian mencapai Rp 765 juta,” kata Bambang Harmoko.

Terdakwa Thamrin dijelaskan Kasipidsus bahwa ia sudah diputus dengan vonis 1 tahun penjara, denda Rp 50 juta dan uang pengganti Rp 284 juta dalam waktu satu bulan tidak bayar maka diganti dengan kurungan selama delapan bulan penjara.

Sementara itu, Husen dipidana 1 tahun 10 bulan dengan denda Rp 50 juta subsider tiga bulan kurungan dan uang pengganti Rp 124 juta apabila tidak dibayar diganti pidana selama 1 tahun kurungan penjara.

“Terdakwa Emmy tidak ada upaya pengembalian, kita sudah upayakan ternyata tidak ada sama sekali,” ujarnya.

Lain halnya dengan terdakwa Thamrin sudah dilakukan pengembalian Rp 220 juta. Dititp ke Kejari sebesar Rp 170 juta dan Rp 50 juta dititipkan ke Inspektorat pada saat pemeriksaan.

"InsyaAllah pada hari ini kita sama-sama dari pihak desa untuk menarik Rp 50 juta yang dititipkan ke rekening desa. untuk itu uang masuk ke kas negara dengan total Rp 220 juta,” pungkasnya.(tribun jambi/musawira)

Update Daftar Harga Sembako Tiga Pasar Besar di Kota Jambi Hari Ini 

Jawaban Syafboni Syafar Sekretaris DPW Partai NasDem Jambi Terkait Fasha Sudah Terima KTA NasDem

Hakim Prapedadilan Kasus di BPPRD Kota Jambi Agendakan Sidang Selesai dalam Tujuh Hari Kerja

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved