Breaking News:

Food Estate

Kabupaten Tebo Sempat Mengajukan Food Estate Namun Ditolak, Ini Penyebabnya

Berita Tebo - TPHKP) Tebo mengaku sempat mengajukan food estate ke pemerintah pusat

Penulis: HR Hendro Sandi | Editor: Rahimin
Tribunjambi/hendro herlambang
Lahan pertanian di kawasan Desa Rendah, Kecamatan Tebo Ilir, Tebo. 

Kabupaten Tebo Sempat Mengajukan Food Estate Namun Ditolak, Ini Penyebabnya

TRIBUNJAMBI.COM, MUARATEBO - Pemerintah Kabupaten Tebo, melalui Dinas Tanaman Pangan Holttikultura dan Ketahanan Pangan (TPHKP) Tebo mengaku sempat mengajukan food estate ke pemerintah pusat.

Namun, pengajuan itu ditolak karena ada beberapa kriteria yang belum terpenuhi. Diantaranya terkait kesediaan luasan lahan dalam satu area. 

Kadis TPHKP Tebo M Ziadi mengatakan, luasan area untuk Food Estate di Tebo memang belum tercapai, karena berada di kawasan yang terpisah bukan berada dalam satu kawasan.

"Yang dibutuhkan itu luasannya 5 ribu sampai 10 ribu hektar. Sedangkan Tebo itu dalam satu area ada 4,9 ribu hektar lebih. Itu yang sudah terdaftar di HTR dan BPN," ungkap Ziadi, (13/7/2021).

Namun kata dia, akan tetap berupaya mendapatkan food estate karena menurutnya sangat menjanjikan bagi petani. 

"Kan food estate itu bukan kita saja. Tapi juga melibatkan banyak dinas. Seperti dinas perkebunan dan peternakan, serta dinas PU terkait lahannya dan pengairannya," katanya.
  "Mudah-mudahan kedepan Tebo menjadi salah satu wilayah food estate," ujarnya.

Kata Ziadi, ada dua kecamatan di Tebo yang memiliki lahan cukup luas dan berpotensi untuk dijadikan Food Estate. Diantaranya ada di Kecamatan Tebo Ilir dan Tebo Ulu yang terbagi secara terpisah.

"Di Tebo ini kita ada 9 kecamatan yang ada lahan pertaniannya. Tapi itu semua terpisah. Kita kedepan juga akan kembali berusaha, mungkin bisa saja satu kawasan food estate itu berada dalam dua kabupaten, misal Tebo dan Bungo kita akan tetap berusaha," pungkasnya.(Tribunjambi/hendrosandi)

Food Estate di Provinsi Jambi Bakal Garap 6.000 Hektare di Tiap Kabupaten Pelaksana

Jaksa Masuk Kampung Nelayan, Program Kejari Tanjab Barat Berikan Edukasi Hukum Hingga Bantuan

Baca juga: Vaksinasi Anak Usia 12-17 Tahun di Tanjab Timur Sudah Mulai Digelar, Tapi Terkendala Hal Ini

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved