Breaking News:

Hotel Santi Saksi Bisu Kejayaan Muara Sabak, Tempat Dahulu Para Saudagar Kaya Tidur

Setidaknya ada beberapa bangunan tua saksi bisu kejayaan Muara Sabak yang sampai kini masih tersisa. Di antaranya rumah tua keluarga Nurdin Hamzah

Penulis: Abdullah Usman | Editor: Deddy Rachmawan
TRIBUN JAMBI
Bekas Hotel Santi sisa kejayaan Muara Sabak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur 

Meskipun sekarang kumuh, namun kayu-kayu jendela dan pintu yang tersisa dari bangunan itu mampu menyiratkan kesan merupakan bangunan megah pada masanya, 1950-an.

Setidaknya ada beberapa bangunan tua saksi bisu kejayaan Muara Sabak yang sampai kini masih tersisa. Di antaranya rumah tua milik keluarga Nurdin Hamzah, Hotel Santi hingga Gedung Nasional.

Bangunan-bangunan ini memiliki masa kejayaan sejak 1950-an, dan masih berdiri hingga saat ini.

Datuk Muhammad Raja (78), tetua adat di Muara Sabak, menuturkan bangunan bersejarah keluarga terpandang di Jambi itu dulu tepatnya berada di samping Masjid Agung Annur Muara Sabak.

"Hanya saja saat ini bangunan rumah tersebut sudah hilang dan menjadi lahan kosong, tidak tahu pasti kapan rumah tersebut dibongkar dan hilang, " tuturnya.

Ia menuturkan kisah pendek keluarga itu.

"Pada tahun 1955, rumah tersebut masih ada di sini, berdagang rotan dan sebagainya. Namun pada tahun 1957, mulai pindah ke Jambi. Dan pada tahun 1958 seluruh keluarga Zulkifli hijrah ke Kota Jambi, " jelasnya

Datuk Raja menuturkan bangunan lawas yang masih tersisa dan dapat dijumpai, yakni bangunan Hotel Santi.

Ini merupakan bangunan unik yang berada di pinggiran Sungai Batanghari.

Dahulu, lokasi tersebut merupakan tempat bersandarnya kapal-kapal saudagar dan Hotel Santi menjadi tempat andalan bagi saudagar untuk beristirahat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved