UMKM Jambi
Dampak Pandemi Omzet Turun Setengah Pizza Qta Tak Patah Semangat, Bakal Terus Berinovasi
Pizza Qta, pizza handmade yang telah berdiri sejak tahun 2011 oleh Ari dan keluarganya dan kini telah memiliki dua gerai yaitu di daerah Talangbakung
Penulis: Vira Ramadhani | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pandemi Covid-19 berdampak pada seluruh sektor, tak terkecuali pada pendapatan bisnis handmade Pizza Qta.
Pizza Qta, pizza handmade yang telah berdiri sejak tahun 2011 oleh Ari dan keluarganya dan kini telah memiliki dua gerai yaitu di daerah Talangbakung serta Arizona Kota Jambi.
Dikatakan Ari sebagai Owner Pizza Qta, selama hampir 10 tahun ia menjalankan bisnisnya selama pandemi Covid-19 ini lah bisnisnya yang mengalami down.
“Pandemi ini sangat berdampak, untuk omzet pun sampai setengah berkurang,” katanya.
“Saat ini dalam sebulan omzetnya hanya berkisar Rp 15 juta. Kalau biasanya omzet kita mencapai Rp 30 juta,” tambahnya.
Lanjutnya saat ini sehari bisa terjual 15 -20 loyang pizza dan saat Weekend bisa terjual berkisar 30 loyang.
Ari mengatakan meski pandemi sangat berdampak bagi bisnisnya, ia akan berinovasi untuk membangkitkan lagi bisnisnya.
“Kita terus berinovasi untuk bangkit dalam kondisi pandemi ini. Kemarin kita juga mengikuti event, ada promo-promo yang kita keluarkan,” katanya.
“Dan jika pandemi ini mulai mereda, kita ada rencana untuk lakukan tour ke daerah-daerah seperti Sarolangun, Merangin, Bungo dan lainnya. Kita ingin lebih dekat dengan konsumen,” katanya.
Saat ini pun Pizza Qta pun sedang menyiapkan varian pizza baru dan meracik saus baru. Pizza Qta pun bisa pesan melalui grabfood dan gofood serta pada sosial media @pizzaqta.
Baca juga: Berawal Doyan Hingga Tercipta Bisnis Handmade Pizza Qta, Kini Telah Punya Dua Gerai di Kota Jambi
Baca juga: Annisa Yudhoyono Serang Balik Buzzer yang Komentar Soal Vaksin Berbayar : Aduh Maaf Bahasa Inggris
Baca juga: Kedai Sarapan Pagi di Sungai Penuh Ini Justru Berkembang di Saat Pandemi, Ini Menu Andalannya