Breaking News:

PPKM di Tanjabtim

Pengusaha Rumah Makan Kini Terpaksa Kurangi Porsi dan Jam Buka Sejak Diterapkan PPKM

Berita Tanjabtim-Pemilik rumah makan sebut banyak pelanggan memilih membungkus makanan, Senin (12/7/2021).

Penulis: Abdullah Usman | Editor: Nani Rachmaini
TRIBUNJAMBI/ABDULLAH USMAN
Ilustrasi rumah makan di Tanjabtim 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Sejak pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sesuai instruksi Kemendagri, pemilik rumah makan sebut banyak pelanggan memilih membungkus makanan, Senin (12/7/2021).

Dikatakan Yuliana satu dari pengusaha rumah makan di Kecamatan Sabak Barat menuturkan, bahwa saat ini orang yang makan di tempat sudah jarang, kebanyakan orang yang datang hanya membeli bungkusan dan bawa pulang. Dengan kondisi itu, sangat berpengaruh dengan omset pendapatannya.

"Pendapatan omset rumah makan saya sangat jauh menurun semenjak pandemi virus Corona ini, sekitar 30 sampai 40 persen," ujarnya

"Sekarang saja yang makan di tempat sudah jarang, paling yang datang hanya membeli bungkusan," tambahnya

Yuliana menerangkan, untuk mensiasati kondisi tersebut, Dirinya mengurangi jumlah masakan. Contohnya, biasanya ayam yang dimasak dari 25 sampai dengan 30 Kg, sekarang hanya 7 sampai dengan 10 Kg ayam.

"Selain itu, kalau biasanya saya itu tutup malam sekitar jam 9 atau 10 malam, sekarang jam 7 sudah tutup. Karena pelanggan yang makan tidak ada lagi," terangnya.

Ditambahkannya, terkait dengan imbau yang dilayangkan pemerintah kepada pelaku usaha rumah makan sepertinya sudah ada. Dan Dirinya telah mengikuti aturan tersebut dengan memberikan jarak tempat duduk dan lain-lain.

"Untuk protokol kesehatan tetap kita patuhi, karena demi kepentingan dan kesehatan bersama," tutupnya. (usn)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved