Breaking News:

Pengelolaan Angso Duo

Al Haris Carikan Solusi Bijaksana Masalah BOT Pasar Angso Duo

Berita Jambi-Di bawah kepemimpinan Al Haris, sikap Pemprov Jambi terhadap pengelola pasar Angso Duo berubah.

Penulis: Zulkipli | Editor: Nani Rachmaini
zulkifli azis
Al Haris Carikan Solusi Bijaksana Masalah BOT Pasar Angso Duo 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Di bawah kepemimpinan Al Haris, sikap Pemprov Jambi terhadap pengelola pasar Angso Duo berubah.

Pemprov Jambi akan membuka jalan musyawarah dengan PT. Eraguna Bumi Nusa (EBN) yang menunggak pembayaran kontribusi BOT.

Sebelumnya, persoalan ini berlangsung alot hingga adanya pilihan pemutusan kerja sama secara sepihak oleh Pemprov Jambi, karena EBN tak membayar kontribusi Rp10 Miliar kepada Pemprov Jambi.

Gubernur Jambi Al haris mengatakan pihaknya akan mencari akar masalah terlebih dahulu, untuk diambil langkah secara bijak.

"Karena pemerintah tak boleh juga serta mert ambil, bikin sanksi, begitu caranya," sebutnya saat diwawancarai, Senin (12/7/2021).

Ia mengatakan akan mengambil sesuatu kebikan yang lebih arif bijaksana. Terkait tunggakan Rp10 M Haris menyebut akan melihat dahulu lantaran perusahan punya aset.

Ditanya apakah pemprov memberikan kelonggaran pada EBN ?. Haris menampiknya. "Bukan memberikan kelonggaran tapi saya ingin menjernihkan persoalan panggil mereka sama-sama, apa masalahnya," katanya.

Haris berujar, pihaknya tidak akan menutup mata dengan kondisi pihak ketiga. "Kalau saya mau keras saya pikir tak baik karena sudah ada komitmen mereka untuk kelola itu," tambahnya.

Haris menekankan, hari ini pihaknya harus melihat persoalan ada apa disitu, seperti kenapa pedagang sepi masuk angso duo apa saran dan prasarana tak bagus.

"Kalau untuk perpanjang (masa pembayaran tunggakan, red) saya belum tahu, nanti saya minta pak sekda untuk rapat dan akan dudukkan lagi," terangnya.

Sebelumnya, PT. Eraguna Bumi Nusa (EBN) selaku pengelola tanah yang dijadikan pasar angso duo dinyatakan menunggak kewajiban membayar kontribusi kerjasama BOT (Bangun, Guna, Serah). Tak tanggung-tanggung dalam hitungan Pemprov Jambi sebagai tuan (pemilik) tanah, EBN menunggak sebesar Rp 10 Miliar.

Dalam surat Nomor S-503/BAKEUDA/3.2/III/2021 tertanggal 3 Maret 2021 diketahui bahwa PT EBN hingga 28 Februari 2021 tidak menyetorkan kewajiban kontibusi mulai dari tambahan uang muka kontruksi, pembayaran tahap konstruksi, lalu pembayaran Pengelolaan Tahap 1, Pengelolaan Tahap 2, hingga Pembayaran Pengelolaan Tahap ke 3. Total kontribusi yang harus dibayar sejumlah Rp. 10.547.041.900.

Surat peringatan pun telah dilayangkan Pemprov Jambi kepada PT EBN dengan memberi jangka waktu hingga Juli atau 120 hari setelah surat peringatan ketiga dilayangkan (9 Februari lalu). Jika tidak melunasi maka pihak Pemprov Jambi akan mengambilalih pengelolaan pasar Angso Duo secara sepihak.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved