Breaking News:

Berita Internasional

Ketakutan Nelayan Filipina Atas Tindak Arogan Milisi Beijing Tabrak Kapal di ZEE Laut China Selatan

Namun hari-hari ini dia sudah memiliki ketakutan yang lebih besar, setelah melihat kapal penegak maritim China yang bergerak di cakrawala.

Editor: Andreas Eko Prasetyo
South China Morning Post
Tangkapan layar foto kapal PLA yang mengawasi Laut China Selatan. 

TRIBUNJAMBI.COM - Dunia sudah sangat familiar dengan sosok Nelayan Filipina bernama Randy Megu. Dirinya sering sekali menerjang badai di Laut Cina Selatan.

Namun hari-hari ini dia sudah memiliki ketakutan yang lebih besar, setelah melihat kapal penegak maritim China yang bergerak di cakrawala.

Seperti dikutip dari Daily Express, Minggu (11/7/2021), lima tahun sudah setelah putusan pengadilan arbitrase internasional yang penting menolak klaim China atas perairan tempat Megu memancing.

Pria berusia 48 tahun itu pun kini mengeluh bahwa pertemuannya dengan kapal China lebih sering daripada sebelumnya.

"Saya sangat takut," ujar Megu, menggambarkan bagaimana sebuah kapal China itu telah melacak perahu cadik kayunya selama tiga jam sekitar 140 mil laut (260 km) dari pantai pada bulan Mei lalu.

Dia juga mengatakan nelayan lain juga telah melaporkan bahwa meraka ditabrak atau diledakkan dengan meriam air saat bekerja di tempat yang sudah mereka anggap sebagai tempat penangkapan ikan bersejarah.

China marah besar setelah tahu pesawat pengintai masuk wilayah Perairan Laut China Selatan.
China marah besar setelah tahu pesawat pengintai masuk wilayah Perairan Laut China Selatan. (sosok.grid.id)

Mereka pun sempat berharap tempat itu akan sangat aman setelah keputusan di Den Haag pada 2016.

Kementerian Luar Negeri China juga menegaskan pada hari Jumat (9/7/2021), bahwa Beijing juga tidak menerima putusan itu atau klaim atau tindakan apa pun yang didasarkan padanya.

China juga mengklaim sebagian besar perairan dalam disebut sebagai Sembilan Garis Putus-Putus, yang juga diperebutkan oleh Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan dan Vietnam.

Kapal penangkap ikan China yang beroperasi di daerah itu juga melakukannya sesuai dengan hukum domestik dan internasional, kementerian luar negeri mengatakan dalam sebuah pernyataan kepada Reuters.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved