Sabtu, 2 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Harga Karet

Harga Karet Turun, di Muarojambi Rp8.900 per Kilogram

Dalam sepekan ini, harga getah karet alami penurunan. Di Kabupaten Tebo saat ini harganya Rp12,5 ribu per kilogram.

Tayang:
Penulis: Vira Ramadhani | Editor: Fifi Suryani
tribunjambi/vira ramadhani
Ilustrasi. Menyadap Karet. Harga Getah Karet di Kabuputen Tebo Capai Rp 12 Ribu Perkilogram, Petani Menyadap Terkendala Hujan 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Dalam sepekan ini, harga getah karet alami penurunan. Di Kabupaten Tebo saat ini harganya Rp12,5 ribu per kilogram.

Pemilik kebun karet di Dusun Kebung, Desa Lubuk Benteng, Kecamatan Tebo Ulu, Aprilla mengatakan harga karet saat ini turun dibanding minggu lalu, namun harganya masih tergolong tinggi.

“Harga getah karet minggu lalu mencapai Rp13 ribu perkilogram. Dan harga sekarang berkisar Rp12,5 ribu per kilogram ke toke atau pengepul,” ujarnya, Kamis (8/7).

“Kalau harganya beberapa waktu lalu itu, rendah-tinggi dan sekarang agak turun lagi,” tambahnya.

Dikatakannya saat ini kualitas getah karet ada pohon-pohon karet miliknya sedang bagus dan banyak.

“Ya Alhamdulillah kualitas getah karet sedang bagus, cuaca juga sedang bagus. Belum ada kendala yang berarti dalam menyadap karet,” ungkapnya.

Aprilla mengatakan di daerahnya melakukan proses menimbang ke pengepul atau toke karet dilakukan pada setiap Jumat, dengan langsung melihat kualitas getah karet.

“Untuk seberapa banyak hasil panen tergantung seberapa sering motongnya dan kualitas karetnya banyak atau tidak. Lalu juga sedang trek atau faktor cuaca juga,” pungkasnya.

Sementara harga karet di Jambi saat ini alami penurunan. Seperti di Kabupaten Muaro Jambi harganya berkisar Rp8.900 per kilogram.

Petani karet dan juga pemilik kebun karet di Kabupaten Muaro Jambi, Kecamatan Sekernan, Rahmanto Wibowo mengatakan, saat ini harga getah karet di daerahnya mengalami penurunan.

“Di sini harganya sedang turun, harganya dari kisaran Rp9.200 jadi berkisar Rp8.900 per kilogram,” katanya.

Dikatakannya, saat ini di daerahnya sedang trek. Selama musim trek berlangsung, tanaman karet secara bertahap terus menggugurkan daunnya.

“Kalau lagi trek gini hasil getah karet menjadi sedikit. Bisa turun sampai 50 persen dibanding produksi normal,” katanya.

“Daun dari pohon karet sudah mulai gugur ya mau gundul sepertinya. Nanti setelah itu akan tumbuh daun baru,” tambahnya.

Lanjutnya, jika musim trek itu daun pohon karet gugur nanti tumbuh daun baru, ada kembang dan berputik, nanti berbuah kira-kira buahnya sebesar jempol kaki baru bisa normal lagi getahnya.

“Harusnya kalau saat trek pohon diberi pupuk, dirawat. Namun ada juga petani yang dibiarkan saja sampai pulih sendiri,” pungkasnya.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved