Breaking News:

UMKM Jambi

Konsisten di Kualitas Herlina Mampu Tempus Pasar Ekspor dengan Harga Terbaik

Sebelum menerima kopi dari Petani Herlina dan suami hanya mengandalkan biji kopi dari perkebunan mereka sendiri

Penulis: M Yon Rinaldi | Editor: Nani Rachmaini
Konsisten di Kualitas Herlina Mampu Tempus Pasar Ekspor dengan Harga Terbaik
ilustrasi/net
Ilustrasi

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Produk kopi dari kerinci memang sudah banyak yang di eksport ke mancanegara, satu di antaranya produk kopi milik Herlina.

Saat ini kopi Arabika milik Herlina telah di terima pasar Singapura, tidak tangung-tangung dalam dua Minggu dia mampu mengekspor satu ton kopi.

Menariknya yang di ekspor Herlina bukan komoditi kopi biasa tapi sudah sepecialty. Itu artinya harga yang didapatkan Herlina jauh lebih tinggi jika di bandingkan dengan komoditi biasa.

Herlina mengatakan untuk mendapatkan kualitas yang bagus, dia membutuhkan waktu yang tidak sebentar, perlu edukasi terus menerus ke petani kopi.

"Sampai saat ini saya masih terus mengedukasi petani agar menghasilkan produk kopi terbaik," ujarnya beberapa hari yang lalu.

Lebih lanjut Herlina mengatakan agar menghasilkan kopi yang bagus, dia hanya menerima buah kopi yang berwarna merah saja dari petani. Agar menjaga petani tetap konsisten dalam memetik hasil kopinya dia tidak segan memberlakukan sistem hadiah dan hukuman.

Untuk petani yang konsisten dengan buah kopi merahnya dia tak segan membayarnya dengan harga yang tinggi, namun jika ada yang berwarna selain merah akan dipotong Rp 1.000 per kilonya.

Herlina juga menjelaskan jika biji kopi yang di petik bukan berwarna merah selain menurunkan kualitas kopi juga memperpendek umur tanaman.

Baiknya edukasi yang dilakukan Herlina beberapa tahun belakangan ini berimbas baiknya harga komoditi kopi di petani. Hal ini yang membuat banyak petani memperluas lahan mereka.

Herlina dan suami tidak hanya mengedukasi petani tentang cara memanen kopi yang baik, mereka juga kerap memberikan pelatihan kepada para petani tentang pemilihan bibit kopi yang baik, jarak tanam sampai pemupukan sehingga menghasilkan kualitas kopi yang baik dan bisa di terima pasar internasional.

Sebelum menerima kopi dari Petani Herlina dan suami hanya mengandalkan biji kopi dari perkebunan mereka sendiri. Namun seiring meningkatnya permintaan dia mulai mengambil biji kopi dari Petani lokal. 

Untuk menjaga kualitas kopinya Herlina hanya menerima kopi yang belum di jemur dan memiliki team khusus yang bertugas gantian, setiap harinya petani bisa mengantarkan biji kopi sampai pukul 22.00 wib.

Saat ini Herlina tidak hanya menjual biji kopi saja, tapi juga membuka Cofee shops di rumahnya.( Tribunjambi.com/ M Yon Rinaldi ).

Baca juga: Polda Jambi Kembali Ringkus Kurir Narkotika, Petugas Amankan 10 Paket Sabu-sabu

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved