Minggu, 10 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Renungan Kristen

Renungan Harian Kristen - Percaya dan diselamatkan, Maka Hidup Menjadi Berkualitas

Bacaan ayat: 1 Petrus 1:8-9 (TB) Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu mengasihi-Nya. Kamu percaya kepada Dia, sekalipun kamu sekarang

Tayang:
Editor: Suci Rahayu PK
Pexels.com/fauxels
Ilustrasi 

Percaya dan diselamatkan, Maka Hidup Menjadi Berkualitas

Bacaan ayat: 1 Petrus 1:8-9 (TB) Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu mengasihi-Nya. Kamu percaya kepada Dia, sekalipun kamu sekarang tidak melihat-Nya. Kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan,
karena kamu telah mencapai tujuan imanmu, yaitu keselamatan jiwamu.

Oleh Pdt Feri Nugroho

Apakah yang dicari oleh setiap orang dalam menjalani kehidupan?

Keselamatan.

Seseorang ketika berjumpa dengan sesamanya, apa yang diharapkan?

Keselamatan.

Itulah sebabnya sapaan yang dilakukan adalah selamat pagi, selamat siang, selamat malam, selamat berbahagia, dan selamat-selamat yang lain.

Apakah yang dicari oleh seseorang yang taat menyembah dalam ibadah?

Keselamatan.

Apakah yang ingin diraih sehingga orang bersemangat dalam berbuat baik?

Keselamatan.

Apakah yang ingin dicapai dengan bekerja keras membanting tulang demi mencukupi kebutuhan hidup?

Tetap keselamatan, berkaitan dengan hidup yang sejahtera, sehat dan bahagia.

Pada masa lalu ada mumifikasi, apa yang hendak dituju? Keselamatan.

Bahwa yang bersangkutan dapat selamat dan hidup abadi sampai selama-lamanya.

Dunia modern sarat dengan pengembangan dan inovasi, apa yang dicari? Keselamatan, dalam makna hidup berkualitas dan semakin bermakna.

Semua orang ingin selamat karena ada kesadaran bahwa dirinya sedang dalam kondisi tidak selamat.

Semua ingin diselamatkan karena sadar bahwa upaya apapun yang dilakukan tidak pernah bisa memberikan jaminan.

Maka menjadi wajar, jika seluruh kehidupan justru difokuskan untuk mencari selamat.

Akibatnya, justru tidak bisa menikmati kehidupan.

Sebaliknya, menjadi emakin sadar bahwa untuk memperoleh jaminan keselamatan diperlukan pihak lain untuk menyelamatkan.

Inilah kesimpulan yang dibuat oleh Petrus ketika menulis: 'Keselamatan itulah yang diselidiki dan diteliti oleh nabi-nabi, yang telah bernubuat tentang kasih karunia yang diuntukkan bagimu.'

Sepanjang sejarah telah dipenuhi oleh upaya manusia untuk selamat.

Hasilnya? Bermunculan banyak klaim dan pencerahan yang diyakini dapat menjadi jalan untuk selamat.

Klaim tersebut menjadi awal munculnya pengajaran yang kemudian dilembagakan menjadi kepercayaan atau agama.

Dengan simbol dan nama tertentu dipilih, diajarkan dari generasi ke generasi dan dipercaya menjadi jalan menuju keselamatan.

Jemaat mula-mula mulai tersebar. Penganiayaan dan penderitaan mengiringi perjalanan kehidupan iman mereka.

Ancaman kematian dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Iman jemaat mula-mula diuji oleh berbagai hal.

Mungkinkah mereka tetap setia setelah menghadapi penderitaan?

Jemaat perlu dikuatkan agar mampu bertahan meskipun berhadapan dengan aniaya.

Melalui suratnya, Petrus hadir memberikan peneguhan bahwa apa yang dicari telah mereka peroleh yaitu keselamatan.

Jika selama ini mereka sedang mencari dan berharap menemukan keselamatan, maka kali ini dengan percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, mereka telah memperoleh jaminan keselamatan.

Bukan hal yang mudah untuk percaya. Mereka tidak hidup sejaman dengan Yesus, tidak berjumpa secara fisik dengan-Nya, namun mereka percaya.

Ini adalah karya Allah yang ajaib pada diri setiap orang dalam segala waktu.

Karena hanya dalam Yesus Kristus ada tawaran tentang penebusan, pengudusan dan pembenaran dari kondisi tidak selamat dan dijamin memperoleh jaminan keselamatan.

Pengharapan inilah yang menjadi dasar bagi jemaat untuk tidak terpengaruh dengan berbagai-bagai aniaya dan derita yang dialami.

Penderitaan fisik yang dialami tidak boleh melemahkan iman untuk tetap percaya; bahkan jika harus mati sekalipun, justru semakin menyatakan dengan nyata tentang keselamatan yang dijanjikan dalam Yesus Kristus.

Pola pikir ini, menjadi teladan berharga bagi setiap orang percaya.

Jika sedang sakit atau lemah tubuh, jangan biarkan melemahkan iman kepada Yesus Kristus.

Penderitaan tidak boleh membelenggu kehidupan kita sehingga tidak bisa menikmati kehidupan; sebaliknya penderitaan dan pergumulan hidup menjadi kesempatan berharga untuk semakin memurnikan iman, yang jauh lebih berharga daripada emas yang dimurnikan oleh api.

Dalam kondisi apapun, jaminan keselamatan yang dimiliki menjadi fokus sehingga tetap mampu melihat berkat Allah dalam segala hal.

Jika masih mencari keselamatan, akan menjadi hal wajar jika penderitaan akan membuat keterpurukan dalam hidup semakin parah.

Bagi orang percaya, hal itu tidak boleh terjadi. Kita tidak sedang mencari keselamatan; kita telah mendapatkan anugerah keselamatan dalam Yesus Kristus.

Maka sudah seharusnya cara pandang tentang penderitaan menjadi berubah: bukan lagi sebagai api yang menghanguskan, namun sebagai api yang menurnikan iman.

Tetap kuat dan percaya bahwa Tuhan pasti menolong. Jadilah pribadi yang tangguh, tidak goyah imannya oleh kelemahan tubuh.

Ingat, kita sudah diselamatkan.

Amin.

Renungan Oleh Pdt Feri Nugroho S.Th, GKSBS Palembang Siloam

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved