Breaking News:

Berita Jambi

Penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi Menurun, PPKM di Jawa Bali Mulai Berdampak

Berita Jambi-Executive General Manager (EGM) Bandara Sultan Thaha Jambi, Agus Supriyanto menyatakan, pada 5 Juli, hanya 135 orang yang berangkat

Penulis: Monang Widyoko | Editor: Nani Rachmaini
tribunjambi/monang
Executive General Manager (EGM) Bandara Sultan Thaha Jambi, Agus Supriyanto 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Aktifitas penerbangan di Bandara Jambi menurun.

Ini terjadi sejak terbitnya surat edaran (SE) Nomor 45 Tahun 2021 dari Kementerian Perhubungan, serta diterapkannya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat di Jawa dan Bali.

Executive General Manager (EGM) Bandara Sultan Thaha Jambi, Agus Supriyanto menyatakan, pada 5 Juli, hanya 135 orang yang berangkat dari Bandara Sultan Thaha Jambi.

Sedangkan penumpang yang tiba di bandara itu, jumlahnya 61 orang.

"Padahal, dalam kondisi normal sebelum ada pendemi, jumlah penumpang sekitar 7.000 sampai 8.000 per hari (penumpang keberangkatan dan kedatangan)," katanya, Selasa (6/7/2021).

Dikatakannya, pembatalan penerbangan pun sempat dilakukan beberapa maskapai di Bandara Sultan Thaha ini.

Faktor lain juga disebabkan adanya PPKM darurat di Jawa dan Bali.

"Kemarin ada maskapai yang melakukan pengurangan dan pembatalan penerbangan tujuan DKI Jakarta," ucapnya.

Sesuai kebijakan itu, Bandara Sultan Thaha Jambi hanya bisa memberangkatkan penumpang dengan tujuan berpergian yang tidak bisa dihindari.

Seperti untuk bekerja dan adanya keadaan darurat lainnya.

Para penumpang yang bertujuan ke pula Jawa dan Bali, ucap Agus, juga harus sudah divaksinasi minimal satu kali.

"Lalu harus sudah tes PCR untuk tujuan pulau Jawa dan Bali. Selain kedua pulau itu, boleh gunakan dokumen hasil Swab Antigen," pungkasnya. (Tribunjambi.com/Widyoko)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved