Breaking News:

Kisah SAD di Jambi

Kisah Farel, Bocah Suku Anak Dalam Jambi yang Selalu Juara Kelas di Sekolah & Bermimpi Jadi Tentara

Farel, saat ini duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP), mengenyam pendidikan di MTS Mahdaliyah yang berlokasi di Arizona, Kota Jambi.

Penulis: M Yon Rinaldi | Editor: Andreas Eko Prasetyo
Kolase/Tribunjambi.com
Farel Bocah SAD yang bermimpi ingin menjadi Prajurit TNI 

Namun saat ini, Suku Anak Dalam sudah sedikit modern, sehingga mereka kini bisa memiliki mimpi sukses di kota, bahkan mungkin ibukota.

Kisah Farel ini didapat Tribunjambi.com saat berkunjung ke daerah Medak yang merupakan wilayah Sumatera Selatan, wilayahnya dari Kota Jambi cukup memakan waktu.

Jarak tempuh dari Kota Jambi ke perkampungan SAD ini sekitar 3 jam. Durasi waktu 2 jam dari Kota Jambi ke perbatasan Muarojambi dengan perjalanan darat, selanjutnya 1 jam dari perbatasan Muarojambi ke perkampungan SAD melalui jalur sungai dengan menggunakan kapal ketek dan akhirnya sampailah di perkampungan yang berada di pinggir sungai itu.

Di perkampungan ini, Suku Anak Dalam sudah sedikit modern. Mereka sudah mengenakan baju layaknya beragam model, tinggal di rumah permanen dan telah mengunakan Bahasa Melayu Jambi untuk bercakap.

Selain itu, anak-anak mereka juga telah mendapatkan pendidikan walaupun sebagian besar masih sekolah informal. Sebagian lagi malah meninggalkan perkampungan untuk menempuh pendidikan formal di Kota Jambi.

Di tempat ini, Tribunjambi.com bertemu relawan dari Sead yang berjibaku mengajari baca hitung.

Baca juga: Kapolda Jambi Kunjungi Perkampungan Suku Anak Dalam (SAD) yang Berada di Muaro Bungo

Baca juga: Disarsipus Merangin Bidik Suku Anak Dalam dan Anak Punk demi Sasaran Tingkatkan Literasi Anak Bangsa

Baca juga: Kala Presiden Soekarno Jadi Korban Hoaks Raja dan Ratu Fiktif, Ngaku Pemimpin Suku Anak Dalam Jambi

Walaupun tidak mudah dan penuh pejuangan, di sekolah apung yang ada di perkampungan tersebut, anak-anak SAD belajar baca tulis dan berhitung.

Untuk mereka yang dianggap mampu, akan diikutkan ujian paket A dan melanjutkan pendidikan formal di Kota Jambi.

Tidak seperti SAD kebanyakan yang masih tabuh dengan pendidikan dan lebih memilih mengajak anaknya masuk ke dalam hutan, di tempat ini, warga SAD-nya memiliki semangat yang besar untuk anak-anak mereka mendapatkan pendidikan yang baik.

Aya, istri tumenggung yang mengatakan memiliki harapan yang besar agar anak-anaknya bisa sukses.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved