Breaking News:

Dana Desa

Salahgunakan DD untuk Ganti Kerugian Negara, Inspektorat Batanghari Merasa Dipermainkan Oknum Desa

Berita Batanghari-PPK dan bendahara kata Inspektur sudah membuat pernyataan masing-masing untuk mengembalikan temuan pada 2020

Penulis: A Musawira | Editor: Nani Rachmaini
Tribunjambi.com/A. Musawira
Inspektur Daerah Kabupaten Batanghari, Mukhlis 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN-Inspektorat kembali mengungkapkan penyalahgunaan pemakaian Dana Desa (DD) di Kabupaten Batanghari.

Kali ini temuannya capai Rp 351 juta dari kegiatan pembangunan 20 unit sumur bor pada 2020.

“Kerugian negara yang kita temukan di Desa Awin Kecamatan Pemayung pada 2019 lalu senilai Rp 291 juta. Seterusnya pihak desa pakai DD 2020 untuk menggantikan kerugian negara pada 2019 lalu dari kegiatan sumur bor senilai Rp 506 juta untuk 20 unit sumur. Hasilnya, sebagian sumur bor ada yang terbengkalai,” kata Mukhlis selaku Inspektur Inspektorat Kabupaten Batanghari, Senin (5/7/2021).

Inspektur mengatakan pihaknya sudah 

memeriksa DD 2020 dari total anggaran untuk kegiatan sumur Rp 506 juta, jadi setelah dihitung-hitung kata Mukhlis pihak desa harus mengganti Rp 351 juta. Diberi waktu 30 hari bukan 60 hari karena mereka sudah menipu pihak Inspektorat pada 2019 lalu, maka dipersingkat.

“Kalau mereka bisa mengembalikan maka lepas dari pidana, tapi kalau tidak bisa maka berhadapan dengan aparat penegak hukum (APH). Sesuai komitmen PP 12 tahun 2017 diberi kesempatan untuk menggantikan temuan itu. Masih tersisa 10 hari lagi,” ujarnya.

Pemakaian DD 2020 untuk mengembalikan temuan 2019 terlihat dari SPJ yang tak bisa dipertanggungjawabkan oleh pihak desa kepada Inspektorat.

“Orang ini memang penipu, ada dua orang yang merencanakannya yaitu bendahara dan PPK. Namun pencairan DD itu ditandatangani oleh Pj Kades, artinya dia juga terlibat,” ungkapnya.

PPK dan bendahara kata Inspektur sudah membuat pernyataan masing-masing untuk mengembalikan temuan pada 2020.

Sementara itu, Pj Kades Awin yang sebelumnya bermasalah sudah diganti, mudah-mudahan dengan Pj Kades yang baru ini tidak menggunakan DD untuk mengganti kerugian negara. Kalau terulang lagi langsung pihaknya limpahkan.

“Saya imbau kepada seluruh kepala desa di Kabupaten Batanghari agar hati-hati menggunakan uang negara. Jangan main tilap uang negara harus sesuai dengan APBDes. Masalahnya sangat banyak yang membuat kecurangan. Gunakanlah uang negara sesuai peruntukan di DPA desa,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved