Breaking News:

Editorial

Angin Segar dari Ujung Jabung

SETELAH bertahun-tahun tidak terdengar progresnya, tahun ini pembangunan kawasan Ujung Jabung kembali mengapung.

Editor: Deddy Rachmawan
TRIBUNJAMBI/ALDINO
Tiang-tiang pancang di proyek pembangunan Pelabuhan Ujung Jabung di Desa Sungai Itik, Kecamatan Sadu, Tanjung Jabung Timur. Tiang pancang yang telah berdiri ini rencananya untuk pembangunan dermaga khusus CPO 

SETELAH bertahun-tahun tidak terdengar progresnya, tahun ini pembangunan kawasan Ujung Jabung kembali mengapung.

Tidak hanya karena dijadikan sebagai satu dari tiga proyek prioritas nasional, pemerintah daerah pun sudah menganggarkan biaya pembebasan lahan di tahun ini.

Semoga dua informasi benar-benar menjadi angin segar bagi perekonomi Provinsi Jambi ke depannya. Kita bukan tidak punya pelabuhan, namun tingginya budget yang harus dikeluarkan membuat sumber daya alam provinsi ini harus melewati pelabuhan di provinsi-provinsi tetangga.

Ini tentu mengurangi potensi pendapatan bagi daerah sendiri, namun dengan adanya pelabuhan berskala internasional, Jambi bisa melakukan ekspor langsung dari pelabuhan sendiri.

Pasca pembangunan pancang di kawasan Ujung Jabung beberapa tahun lalu, investor dari luar negeri pun sempat menawarkan diri melanjutkan pembangunan tersebut dengan nilai investasi cukup tinggi.

Namun, informasi itu pun ikut menguap hingga saat ini.

Meski butuh waktu lama dan berbudget besar, sebagian sumber daya alam Jambi selama ini tetap memanfaatkan Pelabuhan Talang Duku untuk mengirimkan komoditasnya, seperti CPO, cangkang sawit, Migas, batu bara dan produk lainnya.

Alat berat di Proyek pembangunan Pelabuhan Ujung Jabung di Desa Sungai Itik, Kecamatan Sadu, Tanjung Jabung Timur
Alat berat di Proyek pembangunan Pelabuhan Ujung Jabung di Desa Sungai Itik, Kecamatan Sadu, Tanjung Jabung Timur (TRIBUNJAMBI/ALDINO)

Kondisi Sungai Batanghari yang berkelok dan pasang surut menjadi kendala untuk dapat melakukan perjalanan lebih tepat waktu dan efektif.

Bahkan untuk sampai ke Pelabuhan Samudra Muara Sabak bisa memakan waktu hingga 24 jam, untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke pelabuhan internasional lainnya, seperti Dumai, Batam dan Jakarta.

Sebaliknya Pelabuhan Talang Duku juga menjadi pilihan untuk transportasi mengangkut produk impor baik dari luar negeri, termasuk dari Pulau Jawa untuk angkutan barang perdagangan.

Baca juga: Kapal KM Wicly Jaya Sakti Ternyata Kapal Barang, Berangkat dari Pelabuhan Talang Duku Jambi

Baca juga: Kondisi Terkini Pembebasan Lahan Akses Jalan Menuju Ujung Jabung Tersisa 20 Kilometer

Baca juga: Sejumlah Jalan di Jambi Diusulkan Jadi Jalan Nasional, Termasuk Jalan ke Bandara dan Ujung Jabung

Dengan dibangunnya kawasan Ujung Jabung, dengan pelabuhan yang representatif tentu memberi optimisme bagi pelaku industri di Provinsi Jambi dari hulu hingga hilirnya.

Banyak penghematan yang didapat, apalagi jika terhubung dengan ruas jalan tol yang tengah digarap akan makin menyejahterakan berbagai sektor ekonomi di daerah ini.

Jika penghematan sudah didapat, nilai barang tentu akan menyesuaiakn, dan meningkatkan daya beli masyarakat.(*)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved