Euro 2020
Hasil Pertandingan Euro 2020 tadi Malam, Denmark Berhasil Menggenggam Tiket Semifinal
Schick kini menjadi pemain pertama yang mencetak gol dalam empat pertandingan berbeda sepanjang turnamen Euro 2021.
TRIBUNJAMBI.COM - Schick mampu mencetak gol kelimanya dalam laga Ceko lawan Denmark dalam ajang Euro 2020 Minggu (4/7/2021) dinihari
Dari umpan silang yang dilepaskan Vladimir Coufal, Schick berhasil mencetak gol pada menit 49.
Schick kini menjadi pemain pertama yang mencetak gol dalam empat pertandingan berbeda sepanjang turnamen Euro 2021.
Eks pemain AS Roma tersebut berhasil mencetak gol masing-masing ke gawang Skotlandia, Kroasia, Belanda, dan Denmark.
Baca juga: Hasil Pertandingan Euro 2020 Tadi Malam, Inggris Berhasil Cetak 4 Gol Tanpa Balas
Baca juga: Denmark Bertemu Inggris di Semifinal EURO 2020, Ukraina Dibantai Harry Kane Cs 4 Gol Tanpa Balas
Baca juga: Ronaldo dan Patrik Schick Mengoleksi Jumlah Gol yang Sama, Siapa Jadi Top Scorer? Ini Aturan UEFA
Schick juga berhasil menyamai rekor gol miliki Milan Baros dengan koleksi lima gol dalam ajang Euro.
Schick pun kini sejajar dengan Cristiano Ronaldo yang berstatus sebagai top skor turnamen empat tahunan tersebut.
Hanya saja memang harapan Schick untuk bisa menambah gol dalam ajang Euro 2021 dipastikan sudah terhenti.
Ceko dipaksa mengakui keunggulan Denmark dengan skor 2-1 dalam laga perempat final Euro 2020.
Sebelum Schick memperkecil kedudukan lewat golnya, Denmark telah unggul lewat gol dari Thomas Delaney dan Kasper Dolberg pada babak pertama.
Usaha Ceko untuk menyamakan skor harus gagal setelah Denmark mampu mempertahankan keunggulannya sampai penghujung laga.
Denmark berhasil menggenggam tiket semifinal Euro 2020.
Jalannya Pertandingan Ceko vs Denmark
Berawal dari umpan pojok, sundulan tajam Delaney mampu merobek jala gawang Ceko yang dijaga Vaclik.
Tim Dinamit tampak bergairah dalam memainkan si kulit bundar setelah gol yang dicetak Delaney.
Serangan intens dilakukan para pemain Denmark untuk menggandakan keunggulan semakin menjauhi kejaran Ceko.
Ceko mencoba membalas lewat kerjasama apik Coufal dengan Schick di sisi kanan penyerang timnya.
Hanya saja kesempatan yang dimiliki Schick mentah begitu saja setelah diblok oleh Maehle.
Peluang kembali didapatkan Ceko lewat Sevcik namun tendangannya belum menemui sasaran.
Memasuki menit 16, Denmark hampir saja menggandakan keunggulan jika tendangan Delaney tidak melebar sedikit di sisi kiri gawang Ceko.
Serangan Denmark terlihat semakin berbahaya, lini pertahanan Ceko perlu waspada atas hal tersebut.
Ceko bukannya tanpa peluang dalam usahanya mencetak gol penyama kedudukan.
Beberapa usaha Ceko terlihat masih bermasalah dalam hal penyelesaian akhir dan faktor solidnya lini belakang Denmark.
Justru Denmark tampil lebih efektif dalam hal menciptakan peluang berbahaya lewat pergerakan dari Braithwate dan Damsgaard.
Coufal yang naik turun membantu pertahanan dan penyerangan Denmark masih belum menemukan posisi kosong Schick di kotak penalti.
Ceko tampaknya perlu menambah variasi serangan untuk bisa membongkar solidnya lini pertahanan Denmark yang dikomandoi oleh Kjaer.
Denmark akhirnya berhasil menggandakan keunggulan lewat skema brilian yang dimainkan para pemainnya.
Kasper Dolberg menjadi aktor lahirnya gol kedua Denmark setelah memanfaatkan umpan manis dari Maehle pada menit 42.
Babak pertama berakhir, Denmark mampu unggul dengan skor dua gol tanpa balas melawan Ceko.
Babak kedua dimulai, Ceko langsung mampu memperkecil kedudukan lewat gol dari Schick pada menit 49.
Berawal dari umpan ciamik yang dilepaskan Coufal, Schick mampu mengarahkan tembakan halusnya dengan baik ke gawang Denmark.
Gol Schick tampaknya membangkitkan daya juang para pemain Ceko untuk bisa menyamakan skor.
Schick juga seperti semakin menggebu semangatnya lantaran kini ia menyamai koleksi gol Cristiano Ronaldo sebagai top skor turnamen.
Sisi sayap menjadi opsi utama Ceko dalam melakukan serangan sekaligus menciptakan peluang.
Permainan Ceko semakin hidup namun kewaspadaan harus tetap dimiliki para pemainnya dalam mempertahankan keunggulan.
Diserang terus menerus membuat Denmark mencoba keluar dari tekanan lawan.
Perubahan ganda langsung dilakukan Denmark dengan memasukkan Yussuf Poulsen dan Christian Norgaard.
Keduanya masuk menggantikan posisi dari Kasper Dolberg dan Mikkel Damsgaard.
Poulsen dan Norgaard diharapkan menghadirkan warna baru dalam serangan Denmark bersama Braithwate.
Pemandangan menarik terlihat dari kubu Ceko dimana Soucek selaku kapten tetap melanjutkan permainan dalam keadaan perban di kepalanya.
Pemain asal West Ham itu harus diperban setelah bertabrakan dengan Poulsen di kotak penalti Ceko.
Poulsen mendapatkan peluang emas perdananya ketika melakukan akselerasi sendirian dari lini tengah pada menit 68.
Hanya saja penyelesaian akhir yang kurang tajam membuat tembakan Poulsen berhasil diredam dengan baik oleh kiper Ceko.
Jelang 15 menit laga berakhir, jual beli serangan dilakukan oleh kedua tim untuk mencari gol tambahan.
Denmark mengandalkan Poulsen dalam usahanya mencetak gol kemenangan dalam laga ini.
Sementara, kolektifitas permainan diperlihatkan Ceko untuk bisa mendapatkan gol penyeimbang.
Denmark akhirnya berhak keluar sebagai pemenang usai berhasil mempertahankan keunggulan 2-1 atas Ceko.
Susunan Pemain Ceko vs Denmark:
Ceko:
Vaclík; Coufal, Celustka, Kalas, Boril; Holes, Soucek; Masopust, Barák, Sevcik; Schick.
Denmark:
Schmeichel; Christensen, Kjaer, Vestergaard; Stryger, Hojbjerg, Delaney, Maehle; Braithwaite, Dolberg, Damsgaard.
Sumber : TRIBUNNEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/klasemen-semntara-euro-2020.jpg)