Terduga Teroris yang Ditangkap Densus 88 Kabur dari Polda Babel, Rekaman CCTV Tunjukkan Ini

AS terduga teroris dikabar kabur dari Mapolda Bangka Belitung, Kamis (1/7/2021) sekira pukul 03.30 WIB.

Editor: Teguh Suprayitno
KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI
Ilustrasi anggota Densus 88 tengah berjaga di sekitar rumah terduga teroris. 

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKA - AS terduga teroris dikabar kabur dari Mapolda Bangka Belitung, Kamis (1/7/2021) sekira pukul 03.30 WIB.

AS kabur dari ruang pemeriksaan (pengamanan) Polda Babel

Diketahui sejak Rabu (30/6/2021) sekira pukul 23.00 WIB hingga Kamis pukul 02.30 WIB, tim penyidik melakukan interogasi terhadap tersangka AS di ruang pemeriksaan tersebut.

Polisi rencananya masih akan melanjutkan pemeriksaan terhadap AS pagi harinya.

Namun sekitar pukul 03.30 anggota polisi bagian jaga mengecek ke dalam ruangan tempat AS ditahan.

Ternyata AS tak ada lagi di tempat, padahal saat pemeriksaan kondisi tangan dan kaki AS terborgol tali ties.

Polisi menemukan borgol rantai dan borgol ties sudah lepas tertinggal di lantai.

Anggota Polda Babel pun langsung melakukan pengejaran yang melibatkan personil Satgaswil, Jatanras dan Ditintelkam Polda Babel di sekitar Kantor Polda Babel.

Rekaman CCTV

Pihak kepolisian telah memeriksa rekaman CCTV untuk mengetahui kaburnya terduga terori AS.

Dari rekaman CCTV diketahui bahwa tersangka melarikan diri sekitar pukul 03.00, melalui jendela dan kabur ke daerah belakang Polda Babel.

Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, Irjen Pol Anang Syarif Hidayat justru mengaku belum menerima laporan soal kabar kaburnya AS tersebut.

Anang menyebut dirinya akan melakukan pengecekan terlebih dahulu, untuk memastikan informasi tersebut.

"Belum ada laporan ke saya, saya cek dulu ya, bentar ya," ujar Anang dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kamis (1/7/2021) malam.

Suara letusan

Sebelumya, Rumini medengar suara letusan yang cukup kencang, Rabu (30/6/2021) sekitar pukul 12.30 WIB.

Seorang ibu rumah tangga itu bahkan sampai terbangun dari tidur di rumah kontrakannya di RT 01, Dusun II, Desa Kace, Kecamatan Mendobarat, Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Dia mengira letusan itu berasal dari atap seng kontrakannya yang dilempar batu.

"Saat buka pintu saya kaget melihat beberapa orang polisi membawa senjata api yang panjang-panjang. Mereka mengepung rumah AS," ujar Rumini kepada Bangka Pos, Kamis (1/7/2021).

AS (44) merupakan tetangga rumahnya, yang selama ini diketahui sebagai penjual air bersih.

Rumini mengaku terkejut, rumah AS dikepung polisi.

Rumini pun menutup pintu belakang, lantas berlari ke depan rumah dan membuka pintu untuk melihat apa yang terjadi.

“Saya melihat di depan rumah AS sudah ada puluhan polisi dan beberapa mobil milik petugas kepolisian,” katanya lagi.

Tak berapa lama, Rumini mendengar suara keras seperti pintu rumah didobrak.

Ilustrasi. Penangkapan terduga teroris oleh Densus 88 Antiteror
Ilustrasi. Penangkapan terduga teroris oleh Densus 88 Antiteror (Tribunnews)

Ia pun mengaku ketakutan dan memilih masuk ke dalam rumah lalu menutup pintu rapat-rapat.

“Saya sangat takut dan berdiam diri di dalam rumah,” sebutnya.

Ketika kondisi mulai tenang, Rumini memberanikan diri kembali membuka pintu dan keluar rumah.

“Saat itu saya melihat masih banyak polisi dan sekeliling rumah AS sudah dipasangi garis polisi,” tambahnya.

Tak hanya itu, Rumini dari kejauhan juga sempat melihat beberapa petugas kepolisian sibuk menyusun beberapa pucuk senjata api dan sejumlah amunisi di teras rumah AS.

Senjata api itu dibawa polisi dari dalam rumah AS.

Melihat itu, Rusmini kembali ketakutan.

Ia pun bergegas pergi dari rumah serta membawa anaknya yang berumur 11 tahun untuk menenangkan diri di rumah saudaranya di Desa Petaling.

"Seumur-umur saya enggak pernah ngeliat beginian, takut saya," ucap Rusmini.

Awalnya Rusmini mengaku tidak mengetahui mengapa AS tetangga sekaligus pemilik rumah kontrakan yang ditempatinya itu ditangkap polisi.

“Saya tahunya setelah dikasih tahu warga lain kalau yang nangkap AS itu Densus 88. Katanya AS diduga terlibat teroris,” beber Rumini.

Rusmini juga mengaku selama 1 tahun lebih bertetangga dengan AS, ia sama sekali belum pernah masuk ke dalam rumah AS.

"Enggak enak saja kalau nyelonong masuk, soalnya dia juga enggak pernah ada basa-basi nyuruh masuk rumah," sebut Rusmini.

Belakangan dikabarkan AS kabur dari ruang pemeriksaan (pengamanan) Polda Babel, Kamis (1/7/2021) sekira pukul 03.30 WIB.

Sejak Rabu (30/6/2021) sekira pukul 23.00 WIB hingga Kamis pukul 02.30 WIB, tim penyidik melakukan interogasi terhadap tersangka AS di ruang pemeriksaan tersebut.

Ketua RT Kaget

Sementara Supangat (52) Ketua RT 01, Dusun II, Desa Kace sedang menikmati santap siang, ketika ponsel miliknya berdering, Rabu (30/6/2021).

Di layar ponsel, muncul nama Bhabinkamtibmas Desa Kace.

Supangat segera menerima telepon dari anggota polisi itu.

Di ujung telpon, anggota Bhabinkamtibmas meminta Supangat segera beranjak ke rumah AS (44), warga yang tinggal di lingkungannya.

Sebagai Ketua RT, Supangat menerka-nerka sebab musabab dipanggil polisi.

Saat disebutkan ada Densus 88 di rumah AS, Supangat segera berhenti makan siang.

"Saya kaget, waktu disuruh Pak Bhabin ke rumah AS," ucap Supangat kepada Bangka Pos, Kamis (1/7/2021).

Itulah awal mula Supangat mengetahui rumah AS digeledah anggota Densus 88 dan ditemukan berbagai macam senjata dan panah di dalamnya.

"Pas di jalan saya mikir, kalau ada Densus pasti ini ada hubungannya dengan teroris," terangnya.

Tiba di tempat tujuan, garis polisi sudah terpasang di depan rumah AS.

Setelah itu, Supangat diminta petugas kepolisian untuk mengunci rumah AS dan meminta agar tidak ada warga lain yang masuk sambil menunggu tim identifikasi datang.

Saat diminta menjadi saksi penggeledahan, Supangat terperangah melihat kumpulan senjata tergeletak begitu saja di sebuah kamar rumah milik AS.

"Ada banyak senjata, ada senapan angin, peluru, magazine, pipa selongsong, dan banyak lagi di kamar AS," sambungnya.

Supangat mengatakan bahwa AS adalah orang yang baik dan ramah kepada orang lain.

Bahkan ia mengaku AS sempat beberapa kali mentraktirnya makan di warung.

"Baik banget orangnya, warga di sini enggak ada yang menyangka dan curiga sama sekali," jelas Supangat.

AS adalah satu dari dua terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Antiteror Polri di Bangka Belitung pada Rabu (30/6/2021) kemarin.

Seorang lagi berinisial S (40) warga Gang Kweni RT 01, RW 01, Kelurahan Gajah Mada, Kecamatan Rangkui Pangkalpinang ditangkap pada har uang sama.

Pria berinisial S yang juga berprofesi sebagai penjual air bersih, dibekuk Densus 88 saat berada di kawasan Kelurahan Keramat Pangkalpinang.

Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, Irjen Pol Anang Syarif Hidayat membenarkan adanya penangkapan dua terduga teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di Babel.

Anang menjelaskan, Polda Babel dalam hal ini hanya memback-up Densus 88 Antiteror Polri yang melakukan penangkapan.

Anang menyebutkan dari rumah salah seorang terduga teroris inisial AS di Desa Kace, Kecamatan Mendobarat, Bangka ditemukan amunisi senjata api standar TNI dan Polri.

"Ditemukan juga peluru-peluru standar TNI/Polri, peluru-peluru kaliber 9 mm, 5,5 mm ada di sana," ujar Anang kepada awak media usai Syukuran HUT ke 75 Bhayangkara, Kamis (1/7/2021).

Anang menambahkan, polisi juga berhasil mengamankan beberapa barang bukti berupa peralatan-peralatan untuk merakit senjata senja. Polisi juga mengamankan senjata laras panjang dan pendek.

"Jadi terbukti, sudah ada beberapa senjata laras panjang dan beberapa senjata laras pendek dan panah-panah," bebernya.

Anang mengatakan, berdasarkan pengakuan AS, barang itu merupakan kiriman orang lain. Senjata itu, kata Anang, akan dikirimkan ke Poso, Sulawesi Tengah.

"Jadi barang-barang itu menurut pengakuan dari yang bersangkutan dikirim orang lain dan ditujukan kegiatan di Poso," timpalnya.

Lebih lanjut, Anang mengatakan AS masih ditahan di Mapolda Babel. Polisi masih memeriksa terduga teroris itu.

"Iya, yang suplai dari sini, yang membuat dari sini. AS masih kita amankan (di Mapolda). Nanti kita kembangkan seperti apa.

Memang berawal dari Jakarta, terus kita kembangan ke Bangka Belitung," imbuhnya.

(bangkapos.com/Arya Bima/Anthoni)

Artikel ini telah tayang di BangkaPos.com dengan judul Sebelum Dikabarkan Kabur, AS Terduga Teroris yang Ditangkap di Desa Kace Bangka Sempat Lakukan Ini.

Sumber: Bangka Pos
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved