Breaking News:

Berita Tanjabtim

Bukan Bencana Alam, Usulan Pembangunan Rumah Korban Kebakaran di Tanjabtim ke Kemensos Mental

Meski pihak kementrian tidak merespon baik terkait upaya bantu. Hal ini disebabkan karena kebakaran tersebut bukan kategori bencana alam melainkan kar

Penulis: Abdullah Usman | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
ist
Kebakaran di Menteng Tanjabtim Berhasil Dipadamkan, 100 Lebih Rumah Terbakar 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Kemensos menilai kebakaran di Menteng Kabupaten Tanjabtim bukan bencana alam melainkan kelalaian, harapan akan bantuan pun seakan sirna.

Meski pihak kementrian tidak merespon baik terkait upaya bantu. Hal ini disebabkan karena kebakaran tersebut bukan kategori bencana alam melainkan karenakan kelalaian.

Adil Aritonang Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Tanjung Jabung Timur mengatakan,upaya pemerintah mengajukan bantuan perumahan kepada kementerian PU tidak dapat dilakukan.

Hal ini dikarenakan ada beberapa syarat yang tidak dapat dipenuhi. Selain itu musibah yang terjadi bukan merupakan bencana alam.

"Itu kendala kenapa tidak bisa mengajukan bantuan perumahan. Meski sudah masuk kategori bencana nasional namun tidak masuk dalam kategori bencana alam,"katanya.

Saa ini pihak pemerintah Daerah melalui dinas perumahan dan permukiman hanya bisa melakukan penataan saat korban melakukan pembangunan rumah kembali. Namun lagi-lagi kendala dihadapi dengan kepemilikan lahan kawasan permukiman.

"Untuk penataan kita juga terkendala dengan luasan lahan yang dimiliki oleh para korban,"jelasnya.

Sehingga terkait dengan penataan kawasan dikembalikan kepada para korban dan pemilik lahan. Agar saat pendirian bangunan nantinya tata letak bangunan memiliki jarak ideal.

"Untuk permukiman padat penduduk idealnya 3 meter,"jelasnya.

Sementara itu tidak hanya jarak ideal,yang diharapkan pemerintah namun pemerintah juga menghimbau agar masyarakat mendirikan rumah jauh dari bibir pantai.

Namun lagi-lagi kepemilikan lahan kembali menjadi kendala serta kemauan para korban tetap ingin mendirikan di bangunan yang sama.

"Para korban inginnya tetap kembali mendirikan bangunan di lokasi yang sama,"tegasnya.

Untuk diketahui, keinginan pemerintah terkait dengan penataan jarak permukiman serta menjauh dari bibir pantai cukup mendasar. Selain untuk menghindari musibah yang sama permukiman di bibir pantai juga rawan akan terjadinya longsor.

Baca juga: HUT Bhayangkara ke-75, Ketua DPRD Tanjabbar Berharap Ini Kepada Polri

Baca juga: 570 Instansi Buka Formasi CPNS 2021, Ini Daftar Formasi yang Diprediksi Sepi Peminat

Baca juga: Tangis Kalina Ocktaranny Pecah Vicky Prasetyo Dituntut 8 Bulan Penjara: Semua Harus Dijalankan

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved