Breaking News:

Wawancara Eksklusif

Agus Supriyanto EGM Bandara Sultan Thaha Usung Green Airport, Parkir Sepeda Hingga Tempat Nongkrong

EGM Bandara Sultan Thaha, Agus Supriyanto memiliki kreativitas untuk tetap mendorong perkembangan Bandara Sultan Thaha

Penulis: Mareza Sutan AJ | Editor: Deddy Rachmawan
TRIBUN JAMBI/DEDDY RACHMAWAN
Executive General Manager Angkasa Pura II, Agus Supriyanto (kiri) saat wawancara, Senin (28/6). TRIBUN JAMBI 

Pandemi Covid-19 berdampak ke semua sektor, termasuk penerbangan. Executive General Manager Angkasa Pura II atau EGM Bandara Sultan Thaha, Agus Supriyanto memiliki kreativitas untuk tetap mendorong perkembangan Bandar Udara Sultan Thaha Jambi. Satu di antaranya konsep green airport.

Seperti apakah konsep itu, dan bagaimana itu akan berjalan?

Tribun Jambi melakukan wawancara yang dapat disimak dalam petikan berikut.

Covid-19 sudah sekian lama, bagaimana pengaruhnya terhadap bandara?
Agus: Kalau bicara soal Covid-19, semua sektor perhubungan termasuk sektor penerbangan terdampak. Semua sektor usaha di bidang itu drop. Kami di bandara sebagai salah satu fasilitas juga mengalami penurunan.

Di kondisi sekarang, pergerakan hanya sekitar 30-40 persen dibandingkan kondisi normal. Normalnya satu hari sekitar 7.000-8.000. Namun di kondisi Covid-19 ini hanya 1.500 penumpang.

Kondisi ini berpengaruh terhadap seluruh sektor yang ada di bandara, termasuk penerbangan. Airlines merupakan stakeholder paling besar. Semua pergerakan akan aktif jika airlanes juga aktif. Namun, jika airlines terdampak, semuanya juga akan terimbas. Ini menjadi efek domino di bandara.

Dari sedikit penumpang, rutenya di mana saja?
Agus: Hampir seluruh rute ini tiarap. Kita tetap masih tujuannya Jambi-Jakarta, Cengkareng. Penerbangan lain, itu sementara belum bisa, karena kondisi (jumlah) penumpang. Selama Covid-19 ini, di satu sisi ada ketakutan, namun di sisi lain penumpang juga memerlukan biaya yang besar, seperti perlunya swab antigen dan biaya lainnya.

Ada kabar Covid-19 memasuki gelombang kedua, juga mulai berkembangnya Covid-19 varian baru, apa yang dipersiapkan bandara?
Agus: Untuk sekarang ada varian baru, delta yang cukup luar biasa. Apa lagi, kondisi Covid-19 di Indonesia terus bertambah. Namun kami terus meyakinkan bahwa di bandara itu aman. Prokesnya kami perketat di bandara. Semua tim di bandara, baik operasional mau pun mitra kami wajib menerapkan protokol kesahatan. Jangan sampai masyarakat takut di bandara.

Kami tetap perketat protokol kesahatan semaksimal mungkin. Untuk membuat masyarakat itu nyaman, dalam hari Hari Keluarga Nasional (Harganas), kami melakukan vaksinasi dan donor darah. Ini karena kami juga ingin mengupayakan semua petugas di bandara sudah divaksin. Dengan petugas di bandara dalam kondisi sehat, masyarakat yakin bahwa di bandara ini tetap aman, tetap sehat.

Dalam vaksinasi kemarin kami dapat bantuan dari Pemkot Jambi, Dinas Kesehatan, dan KKP. Kami fokuskan ke dua sasaran. Dari dinas kesehatan itu fokus vaksinasi untuk lanjut usia, tapi dari KKP fokus ke stakeholder bandara. Seluruh yang melakukan aktivitas di bandara harus divaksin. Ini yang kami lakukan agar di Bandara Sultan Thaha Jambi menjaga protokol kesehatan, dan agar tidak ada klaster baru di Bandara Sultan Thaha Jambi. Tidak ada tawar-menawar dalam prokes ini.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved