Breaking News:

Tribun Wiki

Taman Nasional Berbak Bagaikan Amazonnya Jambi dan Stok Karbon Dunia

Berlokasi di Kabupaten Tanjabtim, dan Muarojambi serta secara geografis berbatasan langsung dengan provinsi tetangga yakni Sumatera Selatan (Sumsel).

Penulis: Abdullah Usman | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
ist
Taman Nasional Berbak yang berlokasi di Tanjabtim dan Muarojambi serta berbatasan dengan Sumsel. 

TRIBUNJAMBI.COM, TANJABTIMUR - Taman Nasional Berbak (TNB) atau yang saat ini lebih dikenal dengan Taman Nasional Berbak dan Sembilang (TNBS) yang merupakan gabungan kawasan konservasi yang terletak di Provinsi Jambi dan Sumsel. Menjadi tempat perlindungan bagi tumbuhan, satwa endemik serta stok karbon dunia.

Berlokasi di Kabupaten Tanjabtim, dan Muarojambi serta secara geografis berbatasan langsung dengan provinsi tetangga yakni Sumatera Selatan (Sumsel). Membuat gabungan kawasan konservasi tersebut diberi nama TNBS, dan sebutan TNB untuk kawasan yang berada di wilayah Provinsi Jambi saja.

Kawasan TNB dengan luas mencapai 141.261,94 ha berada di Kecamatan Berbak dan Kecamatan Sadu di Kabupaten Tanjabtim dan Kecamatan Kumpeh Kabupaten Muaro Jambi.

Dengan geografis yang berada di bibir laut dan aliran sungai menjadikan kawasan TNB sebagai tempat aman dan nyaman bagi perlindungan dan pelestarian baik Flora maupun Fauna endemik.

Sekilas mata memandang geografis dan suguhan alam yang terbentang di kawasan TNB, terlintas ingatan akan keindahan hutan Amazone yang berada di Negara Amerika Selatan. Dengan hutan yang hijau lebat, dan aliran air sungai yang sejuk serta kicauan burung yang bersahut-sahutan.

Taman Nasional Berbak sendiri, memiliki jarak yang strategis untuk dikunjungi. Terdapat dua jalur yang dapat ditempuh melalui jalan darat dan juga melalui jalur air. Dengan menggunakan jalur darat dapat ditempuh melalui jalan Jambi – Muara Sabak dan Rantau Rasau di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, hingga ke Berbak lebih kurang memakan waktu 3 - 4 jam lebih dari Kota Jambi.

Atau juga bisa melalui Kabupaten Muaro Jambi, dari Kota Jambi bisa di tempuh melewati Desa Suak Kandis Kecamatan Kumpeh Ilir hingga tembus di perbatasan Desa Simpang Kecamatan Berbak. Dengan efisiensi waktu yang lebih singkat kurang lebih 3 jam, tergantung kondisi cuaca.

Untuk jalur tempuh air dapat menggunakan kendaraan air speedboat dari tanggo rajo ancol kota jambi menuju TNB dengan waktu tempuh lebih kurang 3 jam.

Kepala Balai TNBS Pratono Puroso kepada tribunjambi.com, Rabu (23/6/2021) mengatakan dari total luasan lahan TNB yang mencapai 141.261.94 Hektar lebih tersebut, dalam pengelolaannya melibatkan masyarakat sekitar dalam bentuk kemitraan konservasi .

Dalam artian kemitraan konservasi tersebut,menjadikan masyarakat sebagai subjek dalam pengelolaan kawasan untuk menjaga sekaligus melindungi kawasan dan sebagai salah satu penyelesaian permasalahan konflik tenurial di TNB. Dimana sebelumnya tercatat ada lebih kurang 11.000 hektar di TNB yang menjadi konflik sejak tahun 2015.

"Dengan adanya kebijakan baru dari Kementerian LHK terkait kemitraan Konservasi, akhirnya konflik lahan 11.000 hektar yang terdapat di 5 (Lima) Desa di Kecamatan Berbak dan Kecamatan Sadu saat ini 2(Dua) Desa di Kecamatan Berbak diantaranya sudah proses Kemitraan Konservasi," ujarnya, Sabtu (26/6/2021).

Dengan demikian saat ini ada lebih kurang 2500 hektar lahan TNB sedang proses kemitraan konservasi dengan skema pemulihan ekosistem, bersama masyarakat setempat. Dimana pihaknya sudah melakukan verifikasi lapangan terhadap proposal yang telah disampaikan oleh 22 (dua puluh dua) kelompok masyarakat di Desa Rantau Rasau dan Desa Sungai Rambut.

"Untuk sementara Dua Desa itu yang dalam proses, sehingga nantinya masyarakat memiliki akses mengolah. Yang mungkin bisa membudidayakan tanaman rotan dan atau tanaman lainnya yang sesuai dengan karakteristik kawasan melalui skema pemulihan ekosistem, " jelasnya.

Untuk diketahui, masyarakat yang bermitra sendiri tidak sembarangan bisa menanam tanaman. Ada beberapa tanaman yang diperbolehkan dan dilarang sesuai aturannya. Paling tidak tanaman yang diperbolehkan dinilai dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar dan menunjang kelestarian kawasan TNB.

"Hanya saja masih akan ada diskusi lebih lanjut, terkait support lainnya. dan mudah mudahan dapat segera selesai, " pungkasnya.

Baca juga: Kakak dan Adik Kandung Berhubungan Badan Hingga Punya Bayi, Orang Tua Ngaku Tak Tahu Anaknya Begitu

Baca juga: Adegan Intim Amanda Manopo dengan Billy Syahputra Bikin Memes Bereaksi: Aku Suka Lihat Mereka!

Baca juga: Arti Mimpi Melihat Malaikat - Malaikat Jatuh hingga Malaikat Kematian

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved