Daftar Obat dan Vitamin Covid-19 yang Harus Disiapkan Saat Isolasi Mandiri di Rumah

Selama isolasi mandiri di rumah sebaiknya pasien Covid menyediakan obat-obatan atau berupa vitamin yang berguna untuk meningkatkan imunitas tubuh.

Editor: Rohmayana
TribunJambi
Ilustrasi obat covid-19 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Isolasi mandiri adalah salah satunya cara saat pasien Covid-19 tidak mau dirawat di rumah sakit.

Bahkan di situasi saat ini penuhnya Rumah sakit, membuat pasien Covid-19 harus isolasi mandiri.

Dengan catatan isolasi mandiri atau isoman di rumah dengan kondisi Covid-19 ringan atau tanpa gejala.

Perlu disiapkan obat selama isolasi mandiri di rumah.

Obat-obatan yang dikonsumsi selama isolasi mandiri di rumah biasanya berupa vitamin untuk meningkatkan imunitas tubuh.

Meski begitu, pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri tetap harus menjaga kondisi kesehatannya sekalipun tidak merasakan gejala-gejala Covid-19 pada umumnya.

Lantas apa saja obat yang dikonsumsi oleh pasien isolasi mandiri?

Baca juga: Dzikir Setelah Sholat Lima Waktu, Dimulai dengan Membaca Istighfar Sebanyak Tiga Kali

Sebelum merincinya, perlu diketahui bahwa tidak ada obat yang secara aktif ‘mencegah’ Covid-19, karena itu sebaiknya konsultasikan juga dengan dokter sebelum mengonsumsi obat-obatan ini.

Dikutip dari Pedoman Tata Laksana Covid-19 Edisi 3 yang disusun gabungan perhimpunan dokter Indonesia, ada sejumlah vitamin yang direkomendasikan untuk pasien Covid-19 tanpa gejala dan bergejala ringan.

Apa saja? Berikut daftar obat dan vitamin untuk pasien Covid-19 :

Daftar obat dan vitamin Pasien Covid-19 tanpa gejala

* Vitamin C (untuk 14 hari), dengan pilihan:

1. Tablet vitamin C non acidic 500 mg per 6-8 jam sekali (untuk 14 hari).

2. Tablet hisap vitamin C 500 mg per 12 jam sekali (selama 30 hari).

3. Multivitamin yang mengandung vitamin C 1-2 tablet per hari (selama 30 hari).

4. Dianjurkan multivitamin yang mengandung C, B, E, Zink.

* Vitamin D:

1. Suplemen: 400 IU - 1000 UI/hari (tersedia dalam bentuk tablet, kapsul, tablet effervescent, tablet kunyah, tablet hisap, kapsul lunak, serbuk, sirup)

2. Obat: 1000-5000 IU/hari (tersedia dalam bentuk tablet 1000 IU dan tablet kunyah 5000 IU)

3. Obat-obatan suportif baik tradisional (Fitofarmaka) maupun Obat Modern Asli Indonesia (OMAI) yang teregistrasi di BPOM dapat dipertimbangkan untuk diberikan namun dengan tetap memperhatikan perkembangan kondisi klinis pasien.

4. Obat-obatan yang memiliki sifat antioksidan dapat diberikan.

Selain itu, pasien tanpa gejala dianjurkan untuk tetap menjalankan protokol kesehatan seperti menggunakan masker jika keluar kamar atau berinteraksi dengan keluarga, cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, jaga jarak dengan keluarga, serta berjemur matahari minimal 10-15 menit per harinya (sebelum jam 9 pagi dan setelah jam 3 sore).

Selama menjalani isolasi mandiri, kondisi pasien tanpa gejala dipantau oleh petugas Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) melalui telepon.

Pasien Covid dengan gejala ringan

* Vitamin C (untuk 14 hari) dengan pilihan:

1. Tablet vitamin C non acidic 500 mg per 6-8 jam sekali (untuk 14 hari).

2. Tablet hisap vitamin C 500 mg per 12 jam sekali (selama 30 hari).

3. Multivitamin yang mengandung vitamin C 1-2 tablet per hari (selama 30 hari).

4. Dianjurkan multivitamin yang mengandung C, B, E, Zink.

* Vitamin D:

1. Suplemen 400-1000 IU per hari.

2. Obat 1000-5000 IU per hari.

3. Azitromisin 1 x 500 mg per hari selama 5 hari.

* Antivirus:

1. Oseltamivir (Tamiflu) 75 mg per 12 jam diminum selama 5-7 hari, terutama jika diduga ada infeksi influenza.

2. Favipiravir (Avigan sediaan 200 mg) loading dose 1600 mg per 12 jam pada hari pertama dan selanjutnya 2 x 600 mg pada hari ke 2-5.

3. Pengobatan simtomatis seperti parasetamol bila demam.

4. Obat-obatan suportif baik tradisional (Fitofarmaka) maupun Obat Modern Asli Indonesia (OMAI) yang teregistrasi di BPOM dapat dipertimbangkan untuk diberikan namun dengan tetap memperhatikan perkembangan kondisi klinis pasien.

5. Pengobatan komorbid dan komplikasi yang ada.

Sama seperti pasien tanpa gejala, pasien yang dengan gejala ringan juga dianjurkan untuk tetap menjalankan protokol kesehatan seperti menggunakan masker jika keluar kamar atau berinteraksi dengan keluarga.

Rajin cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, jaga jarak dengan keluarga, serta berjemur matahari minimal 10-15 menit per harinya (sebelum jam 9 pagi dan setelah jam 3 sore).

Jika gejala lebih dari 10 hari maka isolasi dilanjutkan hingga gejala hilang ditambah dengan 3 hari bebas gejala.

Pada pasien dengan gejala ringan, petugas FKTP diharapkan proaktif melakukan pemantauan kondisi pasien.

Setelah melewati masa isolasi, pasien akan kontrol ke FKTP terdekat.

SUMBER :  Kompas.com

Sumber: Kompas.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved