Breaking News:

Berita Muarojambi

VIDEO Pernah Jualan Es Hingga Sopir Angkot, Sepak Terjang Wakil Bupati Muarojambi

Berita Jambi-Masa kecil hingga remaja wakil Bupati Muarojambi Bambang Bayu Soeseno ternyata memiliki perjalanan hidup serta pengalaman yang menarik

Penulis: Hasbi Sabirin | Editor: Nani Rachmaini

Jujur saja, sejak masih bujangan hingga saat ini, sosial dan loyalitas saya dengan masyarakat tetap saya pertahankan dan masih melekat, sejak saya jadi anggota DPRD Provinsi Jambi hingga wakil Bupati saat ini, bisa tujuannya agar bisa memberikan manfaat dan menjembatani keluhan masyarakat dengan pemerintahannya.

Dengan jabatan ini, saya merasa banyak keluhan masyarakat yang belum tersampaikan secara langsung, kepada pemerintahan nya, dengan cara ini saya bisa menjembatani untuk kemajuan serta kemakmurannya.

Di politik ini juga kita bisa bermanfaat bagi orang banyak dan bisa beramal, ketika membantu dengan keikhlasan secara kekuasaan mandatori politik yang dibutuhkan masyarakat perhatian dari pemerintahnya berupa permintaan nya yang dimimpikannya melalui politiklah sesungguhnya kita bisa wujudkan itu.

Tribun, tepatnya kapan anda mulai terjun ke dunia politik?

BBS, saya masuk kader partai PAN sejak tahun 1999, saat itu saya masih belajar dan berproses pada tahun 2004 saya nyalon DPRD Provinsi Jambi, tidak berhasil kemudian tahun 2009 ikut lagi dan terpilih jadi DPRD Provinsi Jambi, kemudian 2014 terpilih lagi legislatif di Provinsi, dan 2017 saya maju pilbub dan terpilih wakil Bupati Kabupaten Muarojambi hingga saat ini.

Tribun, sebelum anda masuk ke dunia politik sebelumnya apakah anda sudah memiliki begroud aktivis atau organisasi lainnya?

BBS, Saat mahasiswa saya ikut organisasi pengembangan dan pemberdayaan kepada masyarakat, saya bergabung di partai PAN juga saat itu karena banyak para senior-senior saya disana, maka saya putuskan dipartai itulah saya bisa berkiprah dan belajar berpolitik.

Tribun, perjalanan politik itu tidak semulus yang orang lihat, apa yang menjadi pengalaman berat jadi politisi ketika tujuannya belum kesampaian?

BBS, di politik ini saya termasuk enjoy, karena bagi saya dimana tempat itu adalah pengabdian, ibaratnya masuk ke dunia politik sama saja masuk ke gerbang tol, ketika tujuan kita harus sampai tergantung dengan kita sendiri, umpamanya kita ikuti rambu-rambu kecepatan nya 60-70 km/jam kita ikuti saja.

Tapi sesungguhnya kita mau sampai finis dengan kecepatan 170 km/jam tetapi memiliki resiko yang sangat tinggi, bagi saya ketika sudah sampai di gerbang politik santai saja ikutin alurnya, ketika sampai di res area kita stop, ketika belum kita terus jalan hingga finis.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved