Breaking News:

Kata Pakar Psikologi Forensik Terkait Kasus Rudapaksa Dialami Remaja yang Terjadi di Kantor Polisi

Pakar psikologi forensik, Reza Indragiri Amriel, turut mengomentari kasus yang terjadi di Jailolo Selatan, Halmahera Barat, Maluku Utara, beberapa wak

Editor: Muuhammad Ferry Fadly
Tribunjambi.com
Ilustrasi Rudapaksa 

TRIBUNJAMBI.COM - Belum lama ini terjadi kasus rudapaksa yang menimpa remaja putri.

Pelaku adalah oknum polisi, dan kejadian tersebut terjadi di Kantor Polisi.

Pakar psikologi forensik, Reza Indragiri Amriel, turut mengomentari kasus yang terjadi di Jailolo Selatan, Halmahera Barat, Maluku Utara, beberapa waktu lalu.

Oknum polisi tersebut berinisial Briptu II.

Baca juga: Inilah Alfredy Simamora Crazy Rich Batak Yang Beri Mahar Rp 1 Miliar Untuk Menikahi Gadis Cantik Ini

Baca juga: Pesan Rizieq Shihab Sebelum Menjalankan Sidang Vonis Kasus Hasil Swab Test di RS UMMI Bogor

Baca juga: Rangkaian Acara Pernikahan Rizky Billar dan Lesti Kejora yang Disiarkan ANTV

"Situasi perkosaan tersebut menjadi alasan bagi keharusan adanya CCTV di ruang pemeriksaan," ungkap Reza kepada Tribunnews.com, Selasa (23/6/2021).

"Tidak hanya untuk memantau gerak-gerik tersangka pelaku yang tengah diperiksa, tapi (CCTV) juga sekaligus mencegah adanya tindak-tanduk tak profesional dari petugas," lanjutnya.

Reza menyoroti adakah dugaan perbuatan pelaku dipengaruhi minuman keras atau narkoba.

"Aksi pemerkosaan yang dilakukan sedemikian ekstrem sekaligus janggal itu patut diduga dilakukan oleh orang yang berada di bawah pengaruh narkoba atau miras, ini perlu dicek," kata Reza.

Benarkah sudah terjadi perkosaan dan bagaimana hasil visumnya, lanjut Reza,

"Tanpa UU Penghapusan Kekerasan Seksual, UU Perlindungan Anak pun sudah memadai untuk menjerat si pelaku sekaligus menjamin perlindungan khusus bagi korban."

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved