Breaking News:

Berita Internasional

Tiba-tiba Kapal Perang AS Berada di Selat Taiwan Usai Sepekan Ancaman Besar-besaran dari China

Amerika Serikat seaakan ingin menyulut amarah China setelah kapal perangnya kembali berlayar melalui jalur air sensitif yang memisahkan Taiwan dari

Editor: Andreas Eko Prasetyo
Amerika Serikat di Laut China Selatan
Ilustrasi - Armada kapal perang AS di Pasifik 

TRIBUNJAMBI.COM - Amerika Serikat seaakan ingin menyulut amarah China setelah kapal perangnya kembali berlayar melalui jalur air sensitif yang memisahkan Taiwan dari China.

Lewat aksi ini yang hanya berselang seminggu usai Taiwan melaporkan serangan intimidasi terbesar di negaranya oleh jet angkatan udara China di zona pertahanan udara Taiwan.

Melansir dari Reuters, armada ke-7 Angkatan Laut AS turut mengatakan, kapal perusak rudal kelas Arleigh Burke USS Curtis Wilbur ini melakukan “transit rutin Selat Taiwan” pada hari Selasa sesuai dengan hukum internasional.

“Transit kapal melalui Selat Taiwan menunjukkan komitmen AS terhadap Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka,” demikian pernyataan dari armada AS.

Kapal-kapal Amerika Serikat di perairan Laut China Selatan, berdekatan dengan teluk Filipina.
Kapal-kapal Amerika Serikat di perairan Laut China Selatan, berdekatan dengan teluk Filipina. (AFP)

Sesuai dari Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan kapal ini telah berlayar ke arah utara melalui selat dan situasinya normal seperti biasa.

Kapal yang sama-sama transit di selat itu sebulan yang lalu, sehingga mendorong China dengan menuding Amerika Serikat mengancam perdamaian dan stabilitas di wilayah tersebut.

Misi terbaru itu datang sekitar seminggu setelah Taiwan melaporkan 28 pesawat angkatan udara China, termasuk dari pesawat tempur dan pembom berkemampuan nuklir, memasuki zona identifikasi pertahanan udara (ADIZ) Taiwan.

Insiden itu menyusul dan dirilisnya dengan pernyataan bersama para pemimpin Kelompok Tujuh yang menyudutkan China atas serangkaian masalah dan menggarisbawahi pentingnya perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.

Baca juga: Angkatan Udara (PLA) China Bakal Unjuk Diri Pamerkan Pesawat Tempur Barunya di Acara Akbar Ini

Baca juga: Pilot PLA China Tegas Siap Perang Lawan Armada Udara AS, Bangga Tunjukkan Rekor Usir Pesawat Asing

Baca juga: Perang China Vs Taiwan Bisa Memicu Perang Dunia Usai Militer AS Ikut Terlibat Konflik Dua Negara Itu

Pernyataan tersebut langsung mendapat kecaman dari China yang memandangnya sebagai "fitnah".

Amerika Serikat, seperti kebanyakan negara, sama sekali tidak memiliki hubungan diplomatik formal dengan Taiwan, tetapi merupakan pendukung internasional terpenting dan penjual senjata utama ke negara tersebut.

Halaman
12
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved