Breaking News:

IHSGD

Beberapa Saham Yang Menarik Untuk Dicermati Menurut Analis, Saham Sektor Kesehatan Menggeliat

Berita Jambi, berikut ini beberapa saham yang menarik untuk dicermati menurut analis

Editor: Fitri Amalia
Kontan/Carlus Agus Waluyo
ILUSTRASI. Warga mengamati layar yang menampilkan infornasi pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) 

TRIBUNJAMBI.COM - Berikut ini beberapa saham yang menarik untuk dicermati menurut analis.

Walaupun kasus Covid-19 masih tinggi di Indonesia, tapi justru hal itu menjadi angin segar untuk beberapa saham. 

Analis Phillip Sekuritas Helen mengatakan, emiten-emiten yang bergerak di sektor healthcare (kesehatan) di antaranya farmasi dan rumah sakit menjadi sektor yang paling terdampak positif dengan adanya peningkatan kasus ini. 

Tapi hal ini juga tercermin dari harga saham sektor kesehatan yang mayoritas menghijau pada perdagangan Senin (21/6).

Beberapa saham sektor kesehatan mencatatkan kenaikan pada hari Senin kemarin. Bahkan beberapa di antaranya terkerek hingga dua digit, seperti  IRRA (24,19%), DGNS (19,92%), MIKA (11,02%), PRIM (24,26%), SAME (14,42%), SRAJ (34,16%), INAF (24,64%), KAEF (24,89%), dan PEHA (24,67%). 

Adapun kenaikan harga saham pada sektor kesehatan juga terodrong sentimen pengumuman Kementerian BUMN akan pengembangan obat terapi Covid-19 yakni Ivermectin. 

"Kami melihat bahwa penguatan ini akan berlangsung seiring kasus Covid-19, apabila mereda maka rawan profit taking sehingga investor harus mencermati kinerja keuangan emiten yang bersangkutan," jelas Helen kepada Kontan.co.id, Selasa (22/6). 

Menggeliatnya harga saham-saham farmasi diperkirakan masih akan berlangsung selama upaya meredam penyebaran pandemi Covid-19 masih membayangi. Misalnya seperti saat ini, pemerintah melakukan pengetatan PPKM mikro dengan jam operasional mal yang berlangsung hingga pukul 20.00 WIB, kebijakan Work From Home (WFH), serta kebijakan lainnya.

Adapun untuk saham-saham sektor kesehatan, Helen mencermati SIDO, KLBF, dan MIKA. Rekomendasi terakhir terhadap ketiga saham itu masih buy dengan target harga Rp 875 per saham untuk SIDO, Rp 3.200 per saham untuk MIKA, dan Rp 1.750 per saham untuk KLBF. 

Tetapi, rekomendasi tersebut masih harus dilakukan review kembali menunggu rlis kinerja pekan ini. 

Ke depannya Helen memproyeksikan, sektor kesehatan masih dipandang prospektif. Mengingat, adanya kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi suplemen, vitamin di tengah pandemi untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Di samping itu, jumlah konsumen yang besar dan jumlah usia tua yang semakin meningkat. 

Faktor pendorong lain, permintaan akan alat kesehatan dan kebutuhan farmasi juga meningkat di tengah pandemi. Adapun pengeluaran untuk keperluan kesehatan di Indonesia yang cenderung masih rendah menjadi peluang lainnya. 

Tidak jauh berbeda, Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Sukarno Alatas mengungkapkan, kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia membuat saham-saham farmasi dan rumah sakit lebih menarik, sehingga bisa menjadi pilihan seperti INAF, KAEF, TSPC, KLBF, SILO, MIKA, dan SAME. 

Saham-saham farmasi menjadi pertimbangan karena saham tersebut berkaitan langsung dengan obat-obatan yang bisa gunakan untuk pasien. Sementara, saham rumah sakit juga atraktif karena jumlah pasien Covid-19 yang meningkat mendorong  tingginya kebutuhan kamar. 

Melihat saham-saham sektor kesehatan yang menggeliat, Sukarno menyarankan investor menggunakan strategi trading harian dengan momentum teknikal. Karena saat ini, saham-saham farmasi cenderung signifikan pergerakannya. Sementara untuk saham rumah sakit, masih ada potensi walau kenaikan harganya sudah tinggi. 

Baca juga: Saham Coca Cola Terjun Bebas Efek Tangan Cristiano Ronaldo Geser Coca Cola Saat Jumpa Pers

"Rekomendasi bisa trading buy dengan potensi kenaikan 5% sampai 10%. Gunakan stoploss jika turun lebih 3% sampai 5%," imbuh Sukarno kepada Kontan.co.id, Selasa (22/6).

Sementara itu, Analis Teknikal PT Henan Putihrai Sekuritas Mayang Anggita mencermati, kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia menimbulkan kehawatiran di masyarakat. Di sisi lain, mengingkatkan kebutuhan akan fasilitas kesehatan, nutrisi, dan kebutuhan konsumsi harian. 

Oleh karenanya, sentimen ini memberikan dampak positif terhadap saham sektor healthcare khususnya farmasi dan beberapa saham barang konsumen. Adapun beberap saham yang dicermatinya seperti IRRA, CARE, INAF, dan KAEF. 

IRRA disarankan sell on strenght. Entry level IRRA berada di Rp 1.650 - Rp 1.570,  target harga Rp 2.070-Rp 2.120, dan stop loss di Rp 1.270. 

Baca juga: Tak Bisa Bayar Utang 7,2 Triliun, Perdagangan Saham Garuda Indonesia Dihentikan Sementara oleh BEI

Sementara, CARE disarankan speculative buy dengan entry level Rp 366. Sementara itu, target harga CARE berada di Rp 380 atau Rp 394 dan stop loss di Rp 358. 

Untuk saham farmasi plat merah INAF disarankan sell on streght dengan entry level Rp 2.580. Sementara, target harga INAF di Rp 2.770/ Rp 3.000-Rp 3.200 dan stop loss di Rp 2.530. Saham BUMN lain, KAEF, direkomendasikan buy on break dengan entry level 3.360. Target harga 3.550/4.000-4.090 dan stop loss di 3.290. 

Adapun untuk saham barang konsumen, pergerakan INDF masih menarik dan disarankan buy on break dengan entry level Rp 6.225. Adapun target harga INDF berada di Rp 6.675 hingga Rp 7.000 dan stop loss di Rp 5.950.

Ikuti Berita Terkait Lainnya

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id, https://investasi.kontan.co.id/news/kasus-covid-19-tembus-dua-juta-saham-saham-ini-menarik-untuk-dicermati

Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved