Breaking News:

Berita Kerinci

Petani di Kerinci Harap Peran Pemerintah Hentikan Maraknya Pencurian Kulit Manis

Berita Kerinci-Maraknya aksi pencurian kulit manis di Kabupaten Kerinci dikeluhkan masyarakat. Untuk itu warga berharap ada solusi dari pemerintah

Penulis: Herupitra | Editor: Nani Rachmaini
tribunjambi/herupitra
Pohon kulit manis. Petani di Kerinci Harap Ada Peran Pemerintah untuk Hentikan Maraknya Pencurian Kulit Manis 

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Maraknya aksi pencurian kulit manis di Kabupaten Kerinci dikeluhkan masyarakat. Untuk itu warga berharap ada solusi dari pemerintah daerah agar pencurian kulit tidak terjadi lagi.

Seperti yang disampaikan oleh Afrizal, bahwa saat ini aksi pencurian kulit manis semakin merajalela. Aksi pencurian tersebut tentu sangat merugikan petani.

"Kita merawatnya sudah berpuluh tahun, tapi yang panen maling," sesalnya.

Untuk itu dirinya berharap ada peran pemerintah daerah agar aksi pencurian kulit manis tidak terjadi lagi.

Senada warga lainnya juga menyampaikan, bahwa aksi pencurian kulit manis marak terjadi di Kabupaten Kerinci. Agar hal itu tidak terjadi lagi perlu solusi dari Pemkab.

Apa lagi sebutnya, kayu manis merupakan salah satu komoditi andalan masyarakat Kerinci. Bahkan Pemerintah Daerah juga gencar mempromosikan agar menanam kulit manis.

"Jika tanaman ini mau diangkat sebagai komoditi unggulan daerah maka Pemerintah Daerah wajib ikut andil dalam membantu petani dalam menjaga salah satu komoditi andalan ini melalui kebijakannya agar petani tidak menjadi rugi karena maraknya aksi pencurian.

"Tolong jangan hanya pencurinya saja yang ditangkap, tapi penampung atau pembali juga ditangkap," harapnya.

Ia juga menyarankan beberapa solusi kepada pemerintah kabupaten Kerinci, untuk mencegah terjadinya pencurian kulit manis. Seperti sebutnya, membentuk otoritas pengawasan perdagangan kulit manis.

Pemerintah menginstruksikan kepada seluruh kades di Kabupaten Kerinci untuk mengistruksikan kepada seluruh pemilik kulit manis agar memberikan data yang berisi luas lahan dan jumlah kulit manis yang dimilikinya.

"Mewajibkan penampung kulit manis yang berdomisili di desa tersebut memberikan data tentang penjual kulit manis yang dibelinya serta banyaknya kulit manis tersebut. Ini agar kita tahu dari mana saja asal kulit manis yang akan dijual nantinya," jelasnya.

Untuk diketahui akhir-akhir ini di Kabupaten Kerinci marak terjadi aksi pencurian kulit manis. Beberapa pelaku juga telah banyak berhasil dibekuk oleh aparat kepolisian setempat.(*)

Baca juga: Materi Tes CPNS 2021 Untuk Belajar dan Link Tryout Soal CPNS Gratis

Baca juga: Wali Kota Sungaipenuh AJB Resmikan Gedung RSUD H Bakri

Baca juga: Golongan Darah yang Dianggap Bisa Meningkatkan Risiko Diabetes

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved