Novel Baswedan Beberkan Cara Koruptor Gembosi KPK Lewat Isu Taliban dan Radikalisme

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan membeberkan upaya para koruptor menggembosi KPK.

TRIBUNNEWS
Novel Baswedan beberkan bagaimana para koruptor berusaha melemahkan KPK. 

Novel Baswedan Beberkan Cara Koruptor Gembosi KPK Lewat Isu Taliban dan Radikalisme

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan membeberkan upaya para koruptor menggembosi KPK.

Novel mengatakan para koruptor diduga sengaja membungkus narasi talibanisme dan radikalisme di KPK untuk mendapatkan simpati masyarakat.

Dengan begitu kata Novel, masyarakat akan membiarkan pelemahan dan penyerangan terhadap KPK. Padahal, narasi ini merupakan buatan para koruptor untuk dapat simpati masyarakat.

"Yang terjadi koruptor ini sepertinya belajar. Mungkin dia riset. Dia bungkus kebusukannya untuk berbuat korupsi dengan cara seolah-olah mengatakan bahwa di KPK itu banyak radikalisme. Ketika berbicara radikalisme itu berbicara sekitar 2017 atau 2016. Itu-itu awal mula disebutkan radikalisme talibanisme dan lain-lain," tutur Novel dalam diskusi 'Blak Blakan Bareng Novel Baswedan' yang ditayangkan YouTube Public Virtue Institute, Minggu (20/6/2021).

Novel juga mengatakan, upaya koruptor untuk dapat melemahkan KPK selalu gagal karena dukungan dan penolakan masyarakat yang besar.

Oleh karena itu para koruptor kemudian mencari cara lain untuk dapat simpati masyarakat demi melemahkan KPK.

Caranya, kata Novel, menggunakan isu radikalisme dan talibanisme yang ada di KPK. Namun, ia meyakini masyarakat sudah cerdas memahami pola-pola pelemahan KPK yang dilakukan para koruptor.

"Kalau kita perhatikan upaya untuk pelemahan KPK dilakukan itu seringkali gagal karena dukungan masyarakat yang luar biasa. Karena kita paham bahwa masyarakat itu tahu kok bahwa korupsi itu betul-betul menganggu akibatnya langsung maupun tidak langsung," katanya.

Lebih lanjut, Novel mencatat KPK telah mulai dilakukan pelemahan sejak cicak versus buaya pada 2009 lalu. Pelemahan KPK mulai semakin meningkat mulai tahun 2014 hingga sekarang.

"KPK itu telah menghadapkan serangkaian pelemahan itu berjalan terus-menerus. Kita perlu mengingat bahwa memang sejak awal di tahun 2009 itu ada cicak buaya di sana dan kemudian berlangsung sampai beberapa waktu," tukasnya.

Baca juga: Busyro Muqoddas Terang-terangan Bicara Pelumpuhan KPK: Success Story yang Real dari Presiden Jokowi

Baca juga: Andi Arief Beri Ucapan Selamat Ulang Tahun ke Jokowi, Tapi Ngomongnya Begini

Baca juga: Presiden Jokowi Ulang Tahun Hari Ini Tapi Tak Dirayakan, Begini Penjelasan Jubis Istana

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Koruptor Bungkus Talibanisme dan Radikalisme Untuk Dapat Simpati Masyarakat Lemahkan KPK.

Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved