Berita Bungo

Air Sungai di Bungo Keruh Diduga Akibat Dampak PETI, Lubuk Larangan Terancam Punah

Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Bungo masih terus berlangsung.

Penulis: Muzakkir | Editor: Rahimin
tribunjambi/Muzakkir
Sungai Batang Bungo. Air Sungai di Bungo Keruh Diduga Akibat Dampak PETI, Lubuk Larangan Terancam Punah 

Ia menyampaikan, warga berasumsi keberadaan aktifitas PETI tidak bisa diberantas. Pasalnya semakin hari semakin berani dan meraja lela.

"Kalau melihat keberanian mereka tidak ada harapan lagi PETI bisa diberantas. Kalau penegak hukum bertindak mustahil semua ini tidak bisa teratasi," kata Hasan Ibrahim.

Meskipun demikian, Hasan Ibrahim mengimbau kepada warga tetap kompak dan bersatu untuk melawan dan mengusir keberadaan aktifitas PETI diwilayahnya.  

Kabid Konservasi Sumber Daya Alam Dinas Lingkungan Hidup Bungo Alfianto bilang, saat ini sudah sulit menemukan air sungai di Bungo dalam kondisi jernih.

Katanya, dari pantauan mereka, lima sungai besar dan belasan anak sungai di Bungo, kondisinya memprihatinkan, semuanya keruh.

Lima sungai besar itu diantaranya Batang Bungo, Batang Tebo, Batang Pelepat, Batang Senamat, dan Batang Jujuhan.

"Yang paling parah itu batang Bungo. Itu keruhnya luar biasa," kata Alfianto.

Tanjung Jabung Barat Zona Merah, Satgas Covid-19 Kembali Berlakukan Jam Malam

9 PNS Pemkab Batanghari Ikut Pilkades, Tujuh Cakades Sudah Disetujui Bupati

Harga CPO, Inti Sawit dan TBS Kelapa Sawit di Jambi Turun Signifikan

Menurutnya, kekeruhan tersebut dikarenakan imbas dari aktivitas ilegal dialiran sungai tersebut.

Diantaranya ada aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI), penambangan pasir ilegal, dan aktivitas lain yang merusak lingkungan lainnya. "Ya banyak aktivitas PETI di kawasan sungai," ujarnya.(tribun jambi/muzakkir)

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved