Breaking News:

Berita Bungo

Air Sungai di Bungo Keruh Diduga Akibat Dampak PETI, Lubuk Larangan Terancam Punah

Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Bungo masih terus berlangsung.

Penulis: Muzakkir | Editor: Rahimin
tribunjambi/Muzakkir
Sungai Batang Bungo. Air Sungai di Bungo Keruh Diduga Akibat Dampak PETI, Lubuk Larangan Terancam Punah 

Air Sungai di Bungo Keruh Diduga Akibat Dampat PETI, Lubuk Larangan Terancam Punah

TRIBUNJAMBI.COM, BUNGO - Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Bungo masih terus berlangsung.

Selain merusak alam, aktivitas ilegal ini juga mengancam ekosistem yang ada disekitar. Seperti ikan dan lain sebagainya. 

Dulunya, disepanjang sungai di Bungo terdapat lubuk larangan. Lubuk larangan ini dikelola oleh pemerintah dusun (Desa) yang terdapat aliran sungai.

Dengan hadirnya PETI di Bungo, budidaya yang seharusnya tak boleh hilang ini menjadi punah. Karena air disungai sudah keruh dan ikan sudah tidak mampu hidup dengan baik.

Contoh nyata dan dapat dilihat siapapun, aliran Sungai Batang Pelepat, dari hulu dan hilir kondisi air yang dulu jernih kini sudah air susu.

Ikan Semah yang dulu menjadi kebanggaan Kabupaten Bungo pun tidak tahu lagi keberadaannya.

Somad warga Pelepat mengakui dalam kurun satu tahun terakhir tidak pernah lagi ketemu jenis ikan Semah tersebut dialiran sungai.

"Jangan kan ikan Semah, cari ikan lainpun sulit dengan kondisi air setiap hari keruh seperti tanah," katanya yang kesehariannya bekerja sebagai pencari ikan tradisional di aliran Sungai Palepat.

Selain berkurangnya ikan,  aliran sungai yang sudah tercemar juga membuat desa mengalami kerugian besar, karena  pemasukan kas desa dan memperlambat pembagunan Sarana dan prasarana bidang keagamaan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved