Breaking News:

Berita Sarolangun

'Ya Allah' Warga Batang Asai Gotong Keranda Berisi Mayat Ibu dan Bayi Sejauh 8 Km

Aksi warga di Kecamatan Batang Asai, Sarolangun menggotong keranda viral di media sosial.

Penulis: Rifani Halim | Editor: Teguh Suprayitno
TRIBUNJAMBI/RIFANI HALIM
Sempat viral warga Batang Asai gotong keranda sejauh 8 km, begini ceritanya 

Warga Batang Asai Gotong Keranda Berisi Mayat Ibu dan Bayi Sejauh 8 Km 'Ya Allah Beginilah Cara Kami'

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Aksi warga di Kecamatan Batang Asai, Sarolangun menggotong keranda viral di media sosial.

Tak tanggung-tanggung, warga harus menggotong keranda sejauh 8 km untuk memakamkan warga.

Hal itu dikarenakan tidak ada jalan untuk jalur mobil yang bisa digunakan warga Dusun Sekeladi, Kecamatan Batang Asai, Sarolangun.

Aksi warga tersebut viral setelah diunggah ke akun Facebook milik Ardiansyah warga Desa Batin Pengambang, desa tetangga.

Dalam postingannya Ardiansyah menuliskan, "Ya Allah beginilah cara kami huluan Batang Asai, Desa Batu Empang membawa mayat kalau ada orang yang meninggal harus ditandu dengan banyak orang, dengan jarak tempuh 8km, semoga keluarga yg ditinggalkan tabah dan sabar. Meninggal karena melahirkan anak tinggal di dalam. Mayat dibawa ke Lahat Sumatera Selatan (Sumsel) Semoga selamat sampai tujuan... Amin yra" tulis Ardiansyah.

saat dihubungi wartawan, Ardiansyah mengatakan, kejadian tersebut pada Kamis (17/6/2021).

Yeyen (29) meninggal saat hendak melahirkan anak keduanya.

Sempat viral warga Batang Asai gotong keranda sejauh 8 km, begini ceritanya
Sempat viral warga Batang Asai gotong keranda sejauh 8 km, begini ceritanya (TRIBUNJAMBI/RIFANI HALIM)

Ironisnya, ibu dan calon si bayi meninggal.

Yeyen merupakan warga Lahat, Sumatera Selatan. Ia tinggal dan bekerja mengikuti suaminya Mikron, di Desa Batu Empang.

"Yeyen meninggal mau melahirkan anak keduanya, sekira pukul 16.00 WIB Kamis 17 Juni 2021. Karena pihak keluarga minta dikuburkan di Kampungnya di lahat, maka baru esok harinya Jumat warga membawa mayat tersebut keluar, karena jarak tempuh untuk memikulnya jauh," kata Ardiansyah, Jum'at (19/6/2021).

Dia menjelaskan, warga mulai memikul keranda mayat Yeyen sekira pukul 8.00wib dari Dusun Sekeladi, karena mau salat Jumat, warga istrahat di Dusun Tangkui Desa Batu Empang dan membawa mayat ke dalam Masjid.

"Sekitar jam 14.00 WIB mayat sampai melewati Desa Batin Pengambang dan Desa Tambak Ratu yang sudah di tunggu oleh ambulan dari Puskesmas Kecamatan Batang Asai untuk di bawa oleh keluarganya," jelas Ardiasyah.

Baca juga: Suami Meninggal, Tubuh Mulatmi Makin Tak Berdaya Digerogoti Tumor Ganas, Butuh Uluran Tangan

Baca juga: Berita Ini Buat Harahap Wartawan Simalungun Dipenjara, Kini Ia Tewas Ditembak Orang Tak Dikenal

Baca juga: Marsal Wartawan Tewas Ditembak Sabtu Dini Hari, Diduga Terkait Berita Korupsi RSUD Rp 9,1 Miliar

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved