Berita Muarojambi

Susur Jalur Kanal Kuno di Komplek Candi Muara Jambi Panjang 8 Kilometer dari Pintu Masuk

Ada kanal kuno peninggalan jejak sejarah penghuni candi Muara Jambi pada abad ke 7 tahun 671 sebelum Masehi.

Penulis: Hasbi Sabirin | Editor: Nani Rachmaini
(tribun jambi.com/ Hasbi Sabirin)
Susur Jalur Sungai Kuno di Komplek Candi Muara Jambi 

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Ada kanal kuno peninggalan jejak sejarah penghuni candi Muara Jambi pada abad ke 7 tahun 671 sebelum Masehi.

Kanal tersebut kini sungai yang tidak terlalu besar yang berada di kawasan komplek Candi Muara Jambi.

Kanal kuno yang berada di komplek Candi Muara Jambi merupakan pintu masuk semua aktivitas para leluhur dan penghuninya saat itu dari sungai Batanghari.

Bahasa kanal itu muncul sejak zaman kolonial belanda, penduduk Candi Muara Jambi sebelumnya sebut kanal yang dikenal saat ini batang, parit sama artinya dengan sungai.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Provinsi Jambi, Provinsi Jambi, Abdul Hafik atau Ahok.

"Kanal kuno ini sudah berumur ribuan tahun, atau seumuran dengan peradaban Candi Muara Jambi pada abad ke 7 pada tahun 671 sebelum Masehi," kata Ahok Jumat (18/6/21).

Hari ini tribunjambi.com berkesempatan ikut menyusuri kanal kuno yang berada di kawasan komplek Candi Muara Jambi di Desa Dusun Mudo Kecamatan Taman Rajo Kabupaten Muarojambi.

Saat diketahui, kanal kuno ini memiliki panjang delapan kilo meter dari pintu masuk pinggir sungai Batanghari hingga Desa Danau Lamo Kecamatan Taman Rajo Muarojambi.

Terlihat, pinggir sungai yang tidak terlalu besar ini ditumbuhi tanaman endemik sialang yang dihinggapi oleh lebah madu alam.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Muarojambi Riduwan juga mengatakan, kanal kuno tersebut akan dimasukkan dalam kegiatan Festival Candi Muarojambi pada Juli mendatang.

Alasan kanal ini akan dijadikan kegiatan Festival Event Nusantara guna menghidupkan jejak sejarah para leluhur yang telah menempati candi Muara Jambi kala itu.

"Selain kita angkat wisatanya, narasi sejarah nya tetap kita munculkan pada kegiatan Festival Event Nusantara tersebut, kita juga akan terus berupaya mengenalkan narasi nilai budaya yang ada di Candi Muara Jambi,"kata Riduwan

(tribunjambi.com/ Hasbi Sabirin

Baca juga: Ngopi dengan Konsep Berbeda di BW Luxury Jambi Hadirkan Metode Syphon Brewer

Baca juga: Nagita Slavina Panik Raffi Ahmad Ungkap Mimpi Semalam, Mimpi Suami Bersama Seseorang

Baca juga: Penjelasan Matahari Terbit dari Utara yang Terjadi di Sulawesi Selatan

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved