Breaking News:

Berita Batanghari

PA Muara Bulian Tangani 198 Kasus Perceraian Sepanjang 2021, Didominasi Istri Minta Pisah ke Suami

"Dari Januari hingga Mei ada 198 perkara perceraian yang masuk, dari angka itu ada 179 perkara perceraian yang putus dalam persidangan," ujarnya.

Penulis: A Musawira | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi/Wira
Baihna selaku Wakil Ketua Pengadilan Agama Muara Bulian 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Pengadilan Agama Muara Bulian Kelas IB mencatat ada 198 kasus perceraian dalam kurun waktu Januari hingga Mei 2021.

Hal ini disampaikan Baihna selaku Wakil Ketua Pengadilan Agama Muara Bulian, kepada Tribunjambi.com, Kamis (17/6/2021).

"Dari Januari hingga Mei ada 198 perkara perceraian yang masuk, dari angka itu ada 179 perkara perceraian yang putus dalam persidangan," ujarnya.

Dia mengaku, perceraian terjadi didominasi oleh perempuan yang mengajukan cerai atau cerai gugat dibanding laki-laki yang mengajukan cerai atau cerai talak.

“Cerai talak sebanyak 42 perkara dan cerai gugat 137 perkara,” jelasnya.

Lanjutnya, kata dia perkara perceraian paling banyak ditemui di Kecamatan Muara Bulian dan Kecamatan Mersam.

Pasangan suami istri yang mengajukan cerai bisa dikatakan tergolong muda. Usianya dari 20 tahun hingga 40 tahun.

Faktor penyebabnya bermacam-macam, ada masalah nafkah yang tidak dipenuhi oleh suami, ada terpengaruh pemakaian narkoba, asik dalam perjudian dan salah satu pihak meninggalkan.

“Kasus perselisihan dan pertengkaran yang terjadi terus menerus tetap paling mendominasi, dari rentang waktu Januari sampai Mei ada 116 menjadi faktor penyebab perceraian,” katanya.

Dia menjelaskan bahwa PA Muara Bulian tentunya tetap menjalankan Peraturan MA nomor 1 tahun 2019 bahwa setiap perkara yang datang pihaknya tetap menjalankan mediasi terlebih dahulu bahkan setiap persidangan selalu menasehati.

"Kita adakan mediasi dan setiap persidangan kita juga menasehati untuk menekan angka penceraian,"

“Mediasi dalam memberi nasehat untuk berdamai kita lakukan secara maksimal, kalau waktunya kurang akan kita tambah karena batas waktu mediasi itu ada 30 hari,” pungkasnya.

Baca juga: Pelaku Spesialis Jambret Handphone Diringkus Polsek Jambi Selatan, Sudah 12 Kali Beraksi

Baca juga: Polisi Tembak 7 Pelaku Rudapaksa Gadis Penyandang Disabilitas, Korban Digilir dan Dicekoki Miras

Baca juga: Hampir Semua Sungai di Kabupaten Bungo Airnya Keruh, DLH Sebut Imbas Aktivitas Penambangan Ilegal

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved