Breaking News:

Berita Kerinci

Diduga Diracun Ribuan Ikan di Sejumlah Lubuk Larangan Sungai Batang Merao Kerinci Mati Mengapung

Untung saja kata Suardesi, petugas Bumdes POKMASWAS cepat mengambil sikap atas kejadian tersebut dengan mengatasi menaburkan air asam dan garam ke lub

Penulis: Herupitra | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
ist
Diduga Diracun Ribuan Ikan di Sejumlah Lubuk Larangan Mati Mengapung di Sungai Batang Merao Kerinci 

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Ribuan ikan yang berada di sejumlah Lubuk Larangan di beberapa desa wilayah Kecamatan Gunung Kerinci, Kabupaten Kerinci, mati mendadak.

Diduga ikan tersebut diracun, dan warga pun melaporkan hal itu ke pihak berwajib.

Informasi yang didapatkan, warga mengetahui matinya ribuan ikan tersebut pada, Kamis (10/6/2021). Warga terkejut melihat ribuan ikan mengapung di dalam Sungai.

Kepala Desa Sungai Batu Gantih, Suardesi, dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut.

Ia menyebutkan, mengetahui hal itu setelah diberi tahu oleh Delton, Kades Tanjung Genting Mudik, bahwa Ikan yang ada di Sungai Batang Merao telah diracuni oleh oknum tak bertanggung jawab.

"Setelah melihat kelokasi, kami dikejutkan dengan pemandangan Ikan terapung mati di Sungai Batang Merao, setidaknya disepanjang 9 km dari Desa Tanjung Genting Mudik ke Siulak Tenang dan Kelurahan Siulak Deras, ibu Kota Kecamatan Gunung Kerinci," bebernya belum lama ini.

Diakuinya bahwa berdasarkan ‎informasi dari saksi dilapangan, mereka mencurigai ada 4 oknum yang disinyalir meracuni Ikan.

Dan saat ini sudah dikantongi identitasnya dan dilaporkan ke Polres Kerinci lansung ditangani oleh Bidang Ekosistem dan juga telah dibuat laporan tertulis.

"Adapun peristiwa kejadian dugaan di lakukan di jembatan yang disebut Sungai Nyuhuk wilayah desa Tanjung Genting (diujung Desa Tanjung Genting Mudik)," ungkapnya.

Kerugian yang terjadi lanjut Suardesi berdampak lansung kebeberapa Peliharaan Ikan di Lubuk Larangan seperti Tanjung Genting Mudik, Tanjung Genting Dusun Induk (dusun lama), Simpang Tutup, Sungai Batu Gantih (dusun lama), Sungai Batu Gantih Hilir.

Diakui Suardesi, perkiraan kerugian, Tanjung Genting dan Simpang Tutup bisa dikatakan hampir 100% Ikan yang ada dalam Lubuk Larangan habis, punah, mati karena racun dan Vutas yang ditaburkan oleh oknum yang tak bertangung jawab itu.

"Khusus Lubuk Larangan Sungai Batu Gantih (Lubuk Batuah) yang selama ini menjadi Ikon 11 desa dimudik ikut menjadi korban lebih kurang 15% Ikan di Lubuk Larangan mati akibat perbuatan tangan-tangan jahil pelaku," tambahnya.

Untung saja kata Suardesi, petugas Bumdes POKMASWAS cepat mengambil sikap atas kejadian tersebut dengan mengatasi menaburkan air asam dan garam ke lubuk larangan untuk mengatasi lebih cepat.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Kerinci, AKP Edi Mardi, dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Bahkan, laporan telah masuk ke Polres Kerinci untuk ditindaklanjuti.

"Laporan sudah masuk, dan akan ditindaklanjuti," singkatnya.

Baca juga: Bocah SD Tewas Diterkam Anjing Tetangga, Kondisinya Miris, Orang Tua Kini Lapor Polisi

Baca juga: Mahasiswa di Kupang Cabuli Bayi 15 Bulan Berawal saat Pelaku Nonton Film Dewasa Sambil Pangku Korban

Baca juga: Tontawi Jauhari Nyatakan Siap Maju Pilbup Sarolangun 2024

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved