Breaking News:

Tips Kesehatan

Perbedaan Serangan Jantung dan Stroke, Nyeri Dada Menjalar ke Lengan Kiri untuk Serangan Jantung

Beda gejala serangan jantung dan stroke yang bisa dikelani. Ketidaknyamanan di dada atau nyeri dada Ketidaknyamanan tubuh bagian atas.

Editor: Nurlailis
Kompas.com
Perbedaan gejala serangan jantung dan stroke 

Setiap sel otak yang tidak menerima oksigen akan mulai mati. Kondisi ini bisa terjadi dalam beberapa menit.

Aneurisma otak adalah tonjolan di arteri yang bisa pecah. Hal ini dapat menyebabkan stroke.

Gejala stroke dan aneurisma bisa serupa, tetapi mungkin memerlukan perawatan yang berbeda.

Serangan jantung dan stroke dapat memiliki gejala yang serupa, tetapi ada juga beberapa perbedaan penting.

Baca juga: Ciri Penyakit Jantung - Irama Detak Jantung Tak Beraturan, Sesak Napas, Kaki Bengkak

Faktor risiko serangan jantung dan stroke

Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena serangan jantung atau stroke.

Berikut ini beberapa faktor risiko serangan jantung dan stroke yang tak bisa dikendalikan:

  • Usia
  • Riwayat keluarga stroke atau serangan jantung
  • Ras atau etnis tertentu
  • Jenis kelamin
  • Kondisi yang membuat darah “lengket”, seperti penyakit anemia sel sabit

Orang yang pernah mengalami stroke, mini-stroke, atau serangan jantung memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalaminya lagi di kemudian hari.

Sedangkan berikut ini adalah faktor-faktor risiko serangan jantung dan stroke yang masih mungkin dapat dikendalikan:

  • Merokok
  • Tekanan darah tinggi
  • Kadar kolesterol tinggi dan trigliserida tinggi
  • Kelebihan berat badan dan obesitas
  • Diabetes
  • Pola makan yang buruk
  • Kurangnya aktivitas fisik
  • Minum alkohol terlalu banyak
  • Stres

Baca juga: Manfaat Air Kelapa yang Dapat Mendukung Kesehatan Jantung dan Mencegah Batu Ginjal

Sementara itu, seseorang secara khusus dianggap memiliki risiko lebih besar untuk mengalami serangan jantung jika dalam kondisi ini:

Sedangkan orang dengan risiko stroke yang lebih tinggi termasuk mereka yang:

  • Pernah mengalami stroke sebelumnya, termasuk serangan siskemik atau stroke ringan
  • Telah menggunakan atau sedang menggunakan obat-obatan seperti kokain, ekstasi, amfetamin, atau heroin
  • Telah menggunakan pil KB
  • Menderita sleep apnea
  • Memiliki masalah arteri yang dapat memengaruhi otak, seperti penyakit arteri karotis

Itulah perbedaan gejala serangan jantung dan stroke. Semoga bermanfaat.

Sumber: Kompas.com

Berita lain terkait tips kesehatan

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved