Pandemi Covid-19 dan Geografis Hambat Peningkatan Literasi Masyarakat

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi targetkan angka literasi dan inklusi keuangan Jambi di atas angka nasional.

Penulis: Vira Ramadhani | Editor: Fifi Suryani
TribunJambi/Hendro
Kantor OJK Provinsi Jambi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi targetkan angka literasi dan inklusi keuangan Jambi di atas angka nasional.

Angka inklusi keuangan masyarakat Jambi diangka 64,63 persen dan literasi keuangan Jambi sebesar 35,17 persen sehingga OJK menargetkan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di atas angka nasional.

Kepala Kantor OJK Provinsi Jambi , Endang Nuryadi mengatakan, inklusi keuangan Provinsi Jambi masih di bawah angka nasional. OJK Jambi menargetkan mampu meningkatkan minimal setara dengan angka indeks inklusi keuangan nasional yakni sebesar 76,19 persen.

“Kita optimis bisa meningkatkan pergerakan perekonomian yang nanti ujungnya akan meningkatkan inklusi keuangan Jambi,” katanya.

Sementara itu, berdasarkan gendernya, angka inklusi keuangan Jambi pada laki-laki sebesar 70,53 persen sedangkan pada wanita sebesar 59,16 persen.

Sedangkan dari wilayahnya, angka inklusi keuangan di perkotaan sebesar 77,49 persen dan di perdesaan sebesar 52,11 persen.

Endang mengatakan, yang menjadi hambatan OJK Jambi untuk memberikan literasi atau pemahaman masyarakat terkait produk dan layanan keuangan.

“Literasi keuangan di Jambi memang memiliki hambatan apa lagi karena masih masa pandemi, karena wilayah yang luas dan jangkauan yang sulit salah satunya jaringan internet yang belum sepenuhnya terjangkau ke semua pelosok Jambi,” jelasnya.

Literasi keuangan di provinsi Jambi juga masih pada angka 35,17 persen sedangkan secara nasional sebesar 38,03 persen.

OJK Jambi akan terus bersinergi dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kemampuan literasi agar masyarakat bijak dalam mengelola keuangan.

“Kalau tingkat literasinya sudah meningkat, masyarakat dapat mengelola keuangan dengan bijak, maka tidak ada lagi yang terjerat investasi bodong,” pungkasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved